×
Popup

29 Oktober 2015

PROBLEM SOLVING: BISNIS I

"

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang pasti akan didapatkan saat dilapangan. Semoga dengan pembelajaran ini, setiap orang akan bisa mendapatkan cara pandang dan cara bernegosiasi dengan baik dan optimal. Apa saja pertanyaan yang sering ditanyakan? Yukkk kita simak bersama-sama. PAstikan membacanya hingga selesai. Jika masih belum paham silahkan konsultasikan pada rekan kerja anda atau bisa email ke admin BG di superb.breakthrough@gmail.com atau bisa kontak melalui WA 0812-3269 -6143.

   

BISNIS MLM ITU BISNIS YANG KECIL HASILNYA PUN JUGA KECIL KARENA KEGIATANNYA HANYA JUALAN SAJA, BAGAIMANA MENANGGAPINYA?

Pertanyaan ini mendasar sekali, banyak orang berpikir MLM ini adalah sekedar jualan, sekedar cari-cari orang padahal semestinya bisnis MLM ini adalah bisnis yang kita bangun dengan tujuan kita bisa membuka cabang di mana-mana tanpa ada kendala yang sangat besar.

Apabila anda menbangun sebuah bisnis supermarket misalnya, bagaimana supermarket anda bisa besar? Jawabannya adalah anda harus membuka cabang yang banyak di mana-mana, di semua daerah di seluruh Indonesia.  Problemnya adalah dengan membuka cabang yang banyak berarti dibutuhkan keuangan atau modal, manajeman untuk mengatur cabang-cabang dan karyawan-karyawannya. Bukan hanya membutuhkan biaya yang besar, tetapi tingkat kerumitannya sangat tinggi.

Bagaimana dengan franchise atau waralaba? Inti bisnis franchise adalah bagaimana anda bisa membangun cabang-cabang dengan modal orang lain. Artinya orang lain yang mengeluarkan biaya-biaya seperti tempat, stok barang dan mereka mau membayar royalti kepada kita. Bagaimana orang mau mengeluarkan modal dan membayar royalty? Karena ingin menggunakan nama besar frachise tersebut dan kekhususan yang ditawarkan. Menjual franchise berarti harus ada nama besar atau sebuah keahlian khusus atau resep yang bisa dijual ke orang lain.

       

Tidaklah mudah membangun bisnis franchise selain kekhususan yang harus dimiliki, modalnyapun juga tidak sedikit yang dibutuhkan. Bisnis network marketing atau MLM ini semestinya esensianya yaitu bagaimana anda bisa membangun cabang-cabang bisnis. Cabang yang dibangun tidak membutuhkan modal besar untuk menjadi cabang. Otomatis tidak ada risiko keuangan yang mengikutinya. Mengapa bisa demikian? KARENA sudah ada yang menyedikan tempat atau kantor, stok barang, pegawai dan berbagai fasilitas lainnya. Yang dibutuhkan oleh cabang kita hanyalah: mereka perlu mengikuti sistem yang sudah ada dan program-program pendidikannya. Agar mereka paham bagaimana menjalankan bisnisnya dan membuat bisnisnya berkembang.

Bisnis ini bisnis yang sangat besar, seperti di buku Business School halaman  Kiyosaki yang berjudulnya  bisnis school halaman 130, dikatakan “Seseorang yang dengan sukses membangun bisnis pemasaran jaringan mempunyai potensi untuk masuk dalam peringkat ultra kaya di dunia” disebutkan di halaman itu juga… “jauh lebih kaya dibanding  para profesional  yang berpendidikan tinggi seperti dokter, pengacara, insiyur, dan jauh lebih kaya dibanding banyak bintang olah raga, bintang film, bintang rock.”

Mr. Donald Trump pemilik banyak properti yang besar-besar seperti hotel, apartement kemudian mall-mall, dijuluki raja properti di Amerika Serikat, juga akan mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat  di putaran berikutnya; DONALD TRUMP pernah di wawancari “Apabila anda bangkrut dan habis, apa yang akan anda lakukan?” Jawaban DONALD TRUMP sangat mengejutkan. Beliau menjawab,”Apabila saya bangkrut dan habi,s maka saya akan mencari perusahaan MLM yang baik dan saya akan menekuninya dengan serius. Karena saya tahu dari MLM itu saya bisa membeli kembali semua properti-properti saya kembali.”  

Di BREAKTHROUGH GENERATION kita juga memiliki beberapa fakta-fakta rekan-rekan yang sudah memutuskan menjalankan bisnis network marketing HDI.

  1. Bapak HOSEA SANTOSO S.E., MBA, Ph.D., seorang presiden komisaris di perusahaan kontraktor besar di Bali. Beliau turut dalam membangun hotel Four Season hotel bintang 5 di Bali dengan rate kamarnya sekitar 1000 USD/malam. Beliau melihat bisnis network marketing HIGH DESERT adalah bisnis yang bukan hanya sekedar mendapatkan finansial, tetapi sebuah bisnis yang bisa membantu orang untuk mendapatkan kebebasan waktu dan finansial. Dengan background S3, pasti beliau sudah menyelidiki seberapa besar potensi bisnis HDI, sehingga kita tidak perlu meragukan perkembangan dan potensi bisnis network marketing.
  2. Bapak LION DJAJONO ,S.E., Ak., M.M. seorang konsultan pajak Big Five dunia. Beliau melihat potensi bisnis network marketing ditekuninya hampir 20 tahun saat ini melalui bisnisnya menyebar dari Sabang sampai Merauke hingga keluar Indonesia seperti Malaysia, Hongkong dan Singapura. Kehidupannya sungguh bebas waktu dan bebas finansial. Dengan income ratusan juta rupiah per bulan beliau menunjukkan bahwa itu bukan bisnis kecil dan bukan hanya sekedar jualan barang. tapi bisnis network marketing adalah membangun sebuah kerajaan bisnis.
  3. Dll bisa klik di sini

Kalau ada orang yang diluar mengatakan bahwa bisnis network marketing adalah bisnis yang kecil, hasilnya kecil, dan bisnis itu hanya sekedar bisnis jual-jualan saja saya setuju. Mengapa?

Karena pelaku bisnis network marketing dibagi menjadi: 

  1. Kelompok pelaku network marketing dengan midset yang pertama mereka hanya menggangap bahwa produknya luar biasa dan dengan kemampuan mereka menjual mereka yang luar biasa juga. Mereka puas dengan keuntungan yang mereka dapatkan dari selisih harga eceran dan harga enterpriser.

Pertanyaannya jika mereka melakukan sendiri apakah mereka bisa mendapatkan hasil yang sangat besar? Seseorang yang melakukan sebuah pekerjaan sendirian, hasilnya tidak akan sebesar kalau pekerjaan itu dilakukan  bersama-sama atau teamwork.  Kenyataannya, sebuah kebesaran tidak mungkin dibangun seorang diri. Grup-grup perusahaan-perusahaan konglomelasi yang besar seperti Sinar Mas Grup, Ciputra Grup , Jawa Pos Grup dan grup-grup konglomerasi lainnya dibangun oleh beberapa atau banyak orang-orang yang berkompeten. Mereka berkerja sama untuk menciptakan sebuah kebesaran di dalamnya.

  1. Pelaku network marketing dengan midset yang kedua, mereka membangun kerajaan bisnisnya dengan cara membuka cabang-cabang usaha. Dimanapun usaha ini bisa dikembangkan dari Sabang sampai Marauke bahkan ke luar negeri seperti di Singapura, Malaysia, Philipina, Hongkong, dll. Apa yang terjadi kalau cabang-cabang usaha mereka berkembang? Merekapun juga besar yang terjadi pasti bisnis mereka akan besar karena cabang-cabang mereka besar. Pola pikir inilah adalah pola pikir yang benar.

         

Kalau anda memiliki cabang-cabang usaha mulai dari Sabang sampai Marauke di setiap provinsi bahkan sampai di luar negeri, jika cabang-cabang usaha anda berkembang tumbuh dan semakin besar akankah anda menikmati hasil mencapai  puluhan juta bahkan ratusan juta?

 

Sama-sama menjualnya atau sama-sama mendistribusikan barang, apakah anda melihat perbedaan yang besar antara pelaku dengan mindset jualan dan pelaku dengan mindset membangun kerajaan bisnis?

Perbedaannya sangat signifikan yaitu berbeda 180 derajat. Jika melakukan seorang diri maka hanya anda yang membantu orang lain sendirian. Tetapi jika anda melakukan bersama-sama orang lain, maka akan ada banyak sekali orang yang akan membantu orang lain sehingga ada semakin banyak orang yang terbantu.

Rata-rata orang yang diajak untuk menjalankan bisnis HIGH DESERT, mereka memiliki kesibukan seperti profesional sibuk bekerja, pemilik usaha, ibu rumah tangga, mahasiswa dan profesi lainnya. Tidak jarang keberatannya adalah SAYA TIDAK MEMILIKI WAKTU UNTUK MENJALANKAN BISNIS INI, bagaimana meresponnya?

Jika dilihat lebih jauh bisnis ini, semestinya cocok sekali untuk orang-orang yang tidak banyak waktu atau sibuk. Mengapa? Karena dibalik kesibukan, mereka banyak bertemu orang artinya orang-orang yang sibuk, pasti punya banyak kenalan. Setiap orang yang mereka temui pastilah membutuhkan produk-produk HDI. Semua orang membutuhkan kesehatan.

Semua orang memerlukan bisnis HDI untuk:

  1. menambah penghasilannya
  2. untuk memiliki bisnis
  3. untuk bisa berpotensi lebih maksimal
  4. untuk bisa membantu banyak orang.

Di sela-sela kegiatan apapun, setiap orang bisa berbagi dan menjalankan bisnis HIGH DESERT. Contoh:

  • Saat naik taksi, bisa berbagi dengan sopir taksi
  • Saat di pesawat maka bisa bercerita dengan di sebelah kita dengan diawali dengan tersenyum.
  • saat bekerja di kantor, anda bisa bawa Pollenergy dan minum di depan teman-teman.
  • saat melakukan meeting , anda bisa membawa pollenergy minum di depan teman-teman.

maka saya percaya kalau kita mau melakukan itu justru bisnis kita akan sangat berkembang di tangan orang-orang yang punya kesibukan yang tinggi. Mereka pastilah orang yang suka berbagi dan berkarya. Hanya dengan sedikit peduli terhadap kesehatan orang lain, sedikit kata yang mereka lontarkan tentang sehat bersama dengan produk perlebahan HDI maka mereka bisa mendapat amal ibadahnya karena berbagi.

Mereka yang memiliki alasan yang tidak punya waktu menjalankan bisnis HDI itu adalah mereka belum mantap, mereka belum yakin, mereka belum percaya, dengan produk dan bisnisnya. Anda harus memberikan keyakinan kepada mereka tentang produknya dengan melihatkan testimonial orang-orang yang sudah berhasil terbantu dan sembuh. Melihatkan tentang potensi bisnis di HDI, tunjukkan promo trip keluar negeri, orang-orang yang  sudah berhasil di HDI dari berbagai macam latar belakang. Untuk mengatasi hal ini salah satu tips jitu yang disarankan adalah mengedifikasi orang ketiga. Yaitu mengedifikasi upline, kita ceritakan orang-orang yang sudah berhasil, upline-upline kita yang sudah berhasil. Buatlah janji untuk mempertemukan upline yang telah teredifikasi tersebut untuk bertemu dengan downline atau rekanan yang memiliki keberatan “saya tidak punya waktu”. Dengan bantuan upline yang sudah teredifikasi akan mempermudah agar mereka lebih yakin produk , bisnis, dan perusahaan HDI.

 

BAGAIMANA DENGAN PERYATAAN SAYA TIDAK MEMPUNYAI BANYAK TEMEN, SAYA TIDAK MEMPUNYAI BANYAK SAUDARA, DAN INTINYA SAYA TIDAK PUNYA BANYAK KENALAN.

Bagaimana cara saya menjalankan bisnis ini, siapa yang mau saya tawari?  Dalam menjalankan bisnis HDI tidak dibutuhkan banyak teman. Contoh: Seandainya dalam satu bulan setiap orang hanya mensponsori 1 orang saja. Menurut anda dalam waktu 1 tahun atau 12 bulan ada berapa banyak rekan kerja? total adalah 12 rekan kerja! Itu kalau kita sendirian. Tapi kenyataannya,

  1. Bulan pertama kita mengajak teman 1 berarti bulan pertama = 2 orang.
  2. Pada bulan ke 2, masing-masing mengajak 1 orang berarti totalnya=4 orang.
  3. Bulan ketiga, 4 orang ini masing-masing mengajak 1, maka totalnya=8 orang dst

 

Gambarannya:

Bulan  1 = 2                    Bulan  7 =    128

Bulan  2 = 4                    Bulan  8 =    256

Bulan  3 = 8                    Bulan  9 =    512

Bulan  4 = 16                  Bulan 10= 1.024

Bulan  5 = 32                  Bulan 11= 2.048

Bulan  6 = 64                  Bulan 12= 4.096

Apabila 4000 orang ini masing-masing memakai produk HDI sebesar 220.000 BV atau Rp. 350.000,00 maka

Omzet Anda:  4096 x 220.000, yaitu sekitar 900.000.000 BV

Bonus sekitar 5% berarti 900.000.000x 5% = 45.000.000 rupiah.

Anda bisa melihat, dengan masing-masing orang mengajak 1 saja setiap bulannya, bisnis Anda berkembang menjadi 4.096 rekan kerja. Pertanyaannya berapa orang yang anda ajak sendiri? Hanya perlu 12 orang saja! Perlu diketahui bahwa semua memerlukan produk HDI juga bisnisnya. Setiap orang ingin berkembang lebih bermanfaat buat orang lain, lebih sehat, lebih sukses, lebih kaya, lebih bijaksana, lebih bahagia. Kesimpulannya bisnis ini tidak perlu banyak teman. Justru melalui bisnis ini nanti, anda akan memiliki semakin banyak teman dan saudara. 

Bagi mereka yang memiliki keberatan demikian, gunakan tips dalam bentuk pertanyaan. Apakah masih kenal dengan guru-guru SD, SMP, SMA, dosen tempat kuliah dulu. Bagaimana dengan teman-teman di facebook atau jejaring sosial lainnya? Anda bisa menambahkan... jika ingin merapikan atau memotong rambut - kenal ngga dengan pemilik salon atau kapsternya?  Waktu membutuhkan obat pasti anda pergi ke apotik, kenal tidak dengan pemiliknya atau apotekernya? Waktu anda sakit berobat ke dokter, anda juga berbicara dengan dokter tersebut dan dokter tersebut bisa menjadi teman anda bukan?  Saat makan di depot atau tempat makan lainnya, kenal tidak dengan pemiliknya atau yang jaga tempat makan itu? Pada saat anda membutuhkan buku atau alat tulis memberi atau menservis hp, memberi keperluan pribadi seperti sabun shampo, anda berbicara dengan seseorang pasti anda juga bisa mengenalnya. Saat anda menservis kendaraan di bengkel, kenal tidak dengan pemiliknya atau yang membantu anda menservis kendaraan anda? JIKA JAWABANNYA TIDAK KENAL BERARTI SOLUSINYA ADALAH KENALAN. Bagi umat muslim akan menambah tali silaturahim yang berguna untuk memperpanjang umur.  Bagi seluruh umat yang ada di dunia ini, yang pasti semakin banyak teman semakin banyak saudara merupakan sebuah kebaikan jika bisa berbagi dengan lebih banyak orang. Untuk mendapatkan pertanyaan-pertanyaan lain silahkan liat bagian ke II dan bagian ke III .

GO BREAKTHROUGH

"

Share this Post