×
Popup

16 Oktober 2015

PROBLEM SOLVING: BISNIS II

"

Setiap orang-orang yang berhasil membangun bisnisnya di industri Network Marketing pastilah sering mendapatkan pertanyaan-pertanyaannya. Sering kali, pertanyaan tersebut dianggap sebagai masalah. Bagaimana kalau mulai hari ini pola pikirnya diubah bahwa pertanyaan adalah peluang untuk menjelaskan dan membuka pemikiran prospek atau downline agar mau menjalankan dan aktif di bisnis HDI. Yukkk kita simak pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

BANYAK YANG GAGAL DI BISNIS NETWORK MARKETING, TEMAN, SAUDARA, BAHKAN JUGA ORANG TUA SAYA, SEMUANYA GAGAL TIDAK ADA SATUPUN YANG BERHASIL. APAKAH KEBERATAN YANG DEMIKIAN PERNAH ANDA JUMPAI,  BAGAIMANA MENGATASINYA?

Kalau mau dilihat, di pekerjaan apapun pastilah ada yang gagal dan ada yang sukses. Contoh depot makanan apakah ada depot yang sepi? pastinya ada jugadepot yang ramai. Toko HP, pasti ada yang sepi ada yang ramai. Saat mahasiswa kuliah, ada yang lulus dan ada yang drop out (DO). Jadi kesimpulannya, apa pun yang kita lakukan pasti ada yang gagal, ada yang sukses. Demikian pula di bisnis HDI, ada yang sukses ada juga yang gagal. Pertanyaannya, kalau ada yang gagal bukan berarti bisnis ini jelek! Yang dipertanyakan adalah kenapa mereka bisa gagal? Apa yang sudah mereka lakukan?

  • Kebanyakan mereka cuma ikut tetapi tidak pernah menjalankannya.
  • Cuma ikut tapi tidak pernah ikut pelatihannya.
  • Mereka cuma ikut mereka menawarkan ke 1 orang dan mengalami kesulitan lalu mereka berhenti.

         

Bila saya buka toko HP, tapi toko tidak pernah dibuka pastilah juga gagal. Apakah berarti kalau saya buka toko HP gagal, kemudian saya cerita ke orang, “Jangan buka toko HP, tidak akan berhasil, saya pernah mencoba dan ternyata tidak ada hasil.” Hal ini sangat tidak fair. Untuk mendapatkan hasil tentunya ada yang dilakukan.

Di HDI, ada yang gagal, tetapi juga banyak sekali yang sukses.

  • Di Surabaya: Ada Ibu Sherly, Bapak Adi Purnomo.
  • Di Bali: Bapak Hosea Santoso dan ibu Wati, dr. MayteriaPD, dr. Haya Sp.OG.
  • Di Bandung: Sugata dan Ibu Ratna Manikan, Ibu Limijarni.
  • Di Jakarta: Ibu Ine, Tilly, Bapak Denny dan Ibu Oneng.
  • Di Medan: Bapak Joni dan ibu Poppy, Pak Ade dan dr. Tissa, Pak Seven dan dr. Ningsih.
  • Di Jambi: Ibu Henny dan Pak David.
  • Di Manado: pak Benny dan ibu Serlyani, ibu Siska, pak Arie Ratar.
  • Banjarmasin dan Kapuas: Bapak Karta Sirang dan ibu Rina, dr. Ahmad.
  • Di Palangkaraya: dr. Ekha dan dr. Tatang.
  • Dll.

 

SETAU SAYA BISNIS NETWORK MARKETING ADALAH BISNIS JUALAN, SAYA TIDAK BISA MENJUAL DAN SAYA TIDAK PANDAI MENJUAL. LALU APA BEDANYA ANTARA DENGAN Seorang SALESMEN ATAU SALESGIRL DENGAN PELAKU DARI BISNIS NETWORK MARKETING. SAYA RASA INI BUKAN BIDANG SAYA DAN SAYA TIDAK COCOK UNTUK MENJALANKANNYA!

 Setiap enterpriser di HDI memiliki 2 hak:

  1. Hak 1, sebagai pengecer ini adalah kita sebagai penjual. Keuntungan yang didapatkan adalah selisih antara harga eceran dan harga enterpriser. Besarnya sekitar 25%. atau salesman,
  2. Hak ke2, hak sebagai agenan ini adalah kita menjadi seorang enterpreuner atau pengusaha dimana tujuannya adalah kita bagaimana membuka cabang-cabang sehingga kita membentuk kerajaan bisnis yang sangat besar sekali. Untuk hak yang ke2, ini kita diperlukan awal adalah membeli.

Di dunia ini kebanyakan orang  lebih suka membeli daripada menjual. Berarti untuk orang-orang yang paham akan hal ini merupakan opportunity/ kesempatan yang sangat luar biasa. Dengan mereka hanya membeli dan memakai produknya, kemudian membagikan dan akhirnya bisa berkembang luar biasa.

           

Banyak orang berpikir menjual itu selalu konotasinya dengan menjual barang. Seperti orang yang harus menawarkan barang...madu..madu...yang asli...ini bener-benar berkhasiat. Menjual seperti seorang salesman. Padahal MENJUAL bisa bermacam-macam:

  1. Menjual barang,
  2. Menjual jasa dan
  3. Menjual

Sejak kecil kita semua terbiasa menjual ide. Contohnya saat anak kecil mengajak orang tua ke mall beli permen atau mainan. Banyak sekali ide-ide yang keluar untuk membujuk atau mempengaruhi orang tua agar membelikan mainan. Saat melamar pekerjaan sebagai karyawan berati kita juga menjual tenaga, waktu dan jasa. Saat menjadi orang tuapun, sering kali menjual ide kepada anaknya agar mereka menjadi anak yang baik, disiplin, berbakti, mau rajin sekolah, dll. BERARTI menjual itu semestinya mudah dan menjual itu sudah menjadi kebiasaan yang sudah dilakukan sejak dahulu kala.

Di HDI, yang dijual adalah ide:

  1. Menjual ide agar orang menjadi sehat, membuat mereka bahagia sampai usia senja, dengan memiliki kesehatan yang stabil dan prima. (PRODUKnya)
  2. Ide mengajak mereka untuk mempersiapkan masa pensiun bahagia karena memiliki banyak manfaat buat orang lain meski di usia senja, termasuk ide untuk mengajak mereka untuk mempersiapkan finansial saat pensiun, sehingga pensiun kaya bukan pensiun menderita. (BISNISnya)

Adakah suatu bisnis yang tidak menjual? atau Adakah suatu pekerjaan yang tidak menjual? Semuanya pasti menjual, entah itu bisnis atau pekerjaan apapun seperti yang telah dijelaskan diatas. Di HIGH DESERT diajarkan memakai produknya agar sehat dan berbagi karena dengan berbagi pastinya ada banyak hal yang positif. Jika berbagi kesehatan maka keluarga kita pasti akan mendapat berkah kesehatan karena Tuhan Sang Pencipta tidak akan tutup mata. Apalagi hari ini semakin banyak orang yang memiliki masalah kesehatan yang ternyata dengan pengobatan medis sekalipun tidak bisa membantu.

Coba perhatikan, sepertinya satu dari beberapa ini adalah pengalaman anda:

  1. Saat anda makan pangsit mie yang sangat enak, setelah seminggu makanpun anda masih punya memori dengan mie itu. Sepertinya kangen ingin makan lagi dan lagi. Biasanya apa yang anda lakukan setelah mendapat pengalaman yang mengesankan? BERCERITA pada orang lain. Yes benar… anda akan cerita ke orang lain, teman-teman, saudara, tetangga
  2. Saat anda makan soto yang membuat lidah anda sampai bergoyang, ueeenakkk, mantap, meresap sampai ke hati..he3x. Pasti, andapun juga akan bercerita ke orang lain.
  3. Menonton film seperti filem Titanic, Ghost, atau Ainun Habibie yang sangat menyentuh emosional anda. Artis aktornya sangat cantik, sangat cakep, lagu/ soundtrack filem sangat merdu ditelinga, tampilan filmnya membuat air mata menetes..tes..tes..tes. Hal ini benar-benar membuat anda terkesima. Pulang nonton anda masih membicarakan filemnya pada orang yang anda temui. Masih memutar soundtrack lagunya...diulang dan diulang. Berupaya agar setiap orang yang anda ceritakan filemnya, membeli karcis dan menonton filem tersebut.

           

Kekuatan dari word of mouth” dikatakan kekuatan bercerita dari orang yang mengalami experience adalah kekuatan yang luar biasa. Orang akan lebih percaya dengan orang mereka sudah kenal dibandingkan mereka lihat iklan yang ada di TV. Contoh jika ada saudara yang bercerita dan memberi referensi tentang sebuah resto atau klinik kecantikan dibandingkan dengan anda melihat iklan; mana yang lebih anda percayai?

NAHHHH… itulah dahsyatnya bisnis network marketing. Dengan pengalaman mencoba produknya dan merasakan anda berbagi pada banyak orang. Kekuatan berbagi dengan orang lain inilah yang akan membantu anda membentuk kerajaan bisnis di HIGH DESERT. 

Bagaimana seseorang yang memiliki latar belakang atau background orang-orang  yang  berpengaruh mau menjalankan bisnis network marketing jika dikatakan sebagai seorang sales?  Banyak rekan-rekan yang berprofesi sebagai dokter spesialis, pengusaha, direktur, kontaktor, dosen, profesional, pegawai negeri dll. Mereka pastilah sudah mempelajari dan melihat bagaimana potensi bisnis network marketing.

Ditunjang dari buku Bussines Shcool dari Robert Kiyosaki

halaman 71:

menurut majalah Forbes definisi kaya adalah memiliki penghasilan tahunan sebesar 1 juta US$ dan lebih disukai tanpa bekerja.  Sedangkan definisi ayah kaya saya tentang ultra kaya adalah orang berpenghasilan paling sedikit 1 juta US$ per bulan. Berarti kurang lebih sekitar 13 milyar atau 14 milliar rupiah per bulan.

            

Dipertegas di halaman 130, tertulis… seseorang yang dengan sukses membangun bisnis pemasaran jaringan memiliki potensi untuk masuk dalam peringkat ultra kaya di dunia.

 

Dan di halaman 84 tertulis… saya (baca: Robert Kiyosaki) telah bertemu dengan banyak orang, dalam bisnis pemasaran jaringan yang telah berhasil mencapai katagori ultra kaya. nah dari sini rekan-rekan kita bisa lihat ternyata melalui bisnis network marketing itu seseorang bisa mencapai katagori ultra kaya dan banyak sekali profesional, dokter spesialis maupun pengacara.

 

Dari sini bisa semakin diyakini potensi bisnis network marketing dan setelah itu mereka berusaha untuk mencari bisnis network marketing yang tepat dan mereka menekuninya serta mereka juga menjalankan dengan serius. Kalau bisnis Network Marketing hanya sekedar jualan, tidak mungkin banyak profesional, orang-orang yang berpengaruh, menjalankan bisnis ini. Banyak di antara mereka yang sukses memiliki background sebagai seorang direktur, manajer, dokter spesialis ,profesor,dosen, pengacara, notaris, apoteker, konsultan, pemilik rumah makan, pemilik bengkel, pemilik perkebunan, kontraktor, pengusaha tambang , ahli IT, akuntan, fashion designer, pilot, interior disign , pejabat kenegaraan dan masih banyak lagi background-background yang sangat luar biasa mereka-mereka mau meluangkan waktu menjalankan bisnis network marketing.

 

Untuk lebih jelas mengenai apa yang dibahas pada buku Business School bisa mendengarkan CD rekaman dari  BREAKTHROUGH GENERATION. Dengan membaca bukunya ditambah dengan mendengarkan rekamannya maka lengkaplah pengetahuan tentang konsep Bisnis Network Marketing yang merupakan bisnis idaman, bisnis abad ke 21.

            

Kiyosaki memberikan sebuah peringatan  (halaman 38)..banyak Network Marketing (pemasaran jaringan) yang menuntun Anda masuk ke kuadran S bukan kuadran B. Rata-rata pemasaran jaringan itu hanya memfokuskan pada pengembangan keahlian menjual dan bukan keahlian bisnis yang dibutuhkan untuk berhasil di kuadran B. Perusahaan pemasaran jaringan kuadran B sejati akan memfokuskan pada pengembangan diri anda seutuhnya. Bukan hanya sebagaian diri anda yang dapat menjual produk/jasa dan menghasilkan uang untuk orang-orang yang di atas anda tetapi justru lebih banyak memberikan pendidikan yang mengarahkan bagaimana kita bisa membuat kerajaan bisnis.

 

Aset bukan uang adalah hal yang ditekankan oleh Robert Kiyosaki di dalam membangun kerajaan bisnis kuadran B melalui pemasaran jaringan. orientasinya bukan uang tapi orientasinya terletak pada aset. Kalau seseorang tersebut melakukan bisnis dengan cara berjualan dan bertindak seperti seorang sales, mereka tidak akan pernah bisa membangun aset. Membangun bisnis identik dengan membangun aset, dan aset inilah yang akan bekerja buat anda untuk menghasilkan pendapatan jangka panjang, 10 tahun lagi, sampai 20 tahun lagi,  dst.

  

Jika sebuah bisnis network marketing sudah berjalan bertahun-tahun, bahkan menginjak tahun ke 10, ke 11, ke 12  dan bahkan lebih. Pelakunya pasti sudah banyak, sudah banyak yang menggunakan produknya dan sudah banyak yang tahu bisnisnya. LEBIH ENAK YANG MASUK DULUAN DIBANDINGKAN DENGAN YANG MASUK BELAKANGAN!

Jika 10 tahun yang lalu di suatu daerah ada 2 penjual martabak dengan tahun ini ada 25 penjual martabak, mana yang lebih besar peluang berhasilnya? 10 tahun yang lalu atau sekarang?

PELUANG kita harus membandingkan antara pelaku usaha dan pasarnya. Jika 10 tahun yang lalu penduduknya hanya  100.000 orang sedangkan sekarang jumlah penduduknya mencapai 2.000.000 orang. Maka peluang berhasilnya, lebih besar SEKARANG dibandingkan 10 tahun yang lalu.

  • HIGH DESERT berdiri tahun 1994 berarti jumlah distributor = 0
  • Tahun 2011 jumlah distributornya = 850ribu distributor, anggap semua distributor ini jalan semua padahal beberapa sudah expired dan hanya pemakai.
  • Penduduk Indonesia tahun 1994 = 180 juta jiwa
  • Penduduk Indonesia tahun 2011 = 240 juta jiwa

       

  • Berarti pasar bertumbuh 60 juta
  • Pelakunya hanya bertumbuh 850 ribu

Menurut anda peluangnya lebih besar tahun 2011 atau th 1994? PELUANGNYA LEBIH BESAR TH 2011.

Saat tahun 1994, seorang anak masih SMA tahun 2011 dia sudah berkeluarga. Berarti dia sudah bisa menjalankan HIGH DESERT. Bahkan jika tahun ‘94 masih anak SD, tahun 2011 anak itu sudah berusia sekitar 25 tahun. Berarti pasar kita semakin buanyak sekali dan itu tidak pernah habis.

Robert Kiyosaki mengenal bisnis multi level marketing tahun 1970, padahal bisnis bisnis multi level atau network marketing sendiri di US tumbuh mulai tahun 1950 an. Robert Kiyosaki mulai terbuka pemikirannya tentang bisnis network marketing tahun 1990. Hingga hari ini bisnis network marketing, di Amerika tidak pernah jenuh melainkan semakin lama, semakin besar semakin berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis network marketing sampai kapanpun tidak pernah akan berhenti tidak akan pernah jenuh.

 

NETWORK MARKETING HANYA BISNIS KOMISIAN SAJA, JIKA MENJUAL BARU MENDAPATKAN KOMISI.  

Setelah resmi menjadi seorang enterpriser maka setiap orang memiliki 2 hak:

A. Sebagai seorang pengecer: dengan keuntungan 25% (selisih antara harga eceran dengan harga enterpriser)

Seandainya anda membuka toko elektronik, maka yang saya diperlukan untuk membuka toko itu adalah:

  • Meyediakan tempat,
  • Stok barang-barang elektroniknya,
  • Membayar pegawai,
  • Membutuhkan peralatan seperti meja, kursi,

Toko elektronik ini akan mendapatkan uang apabila toko ini menjual barang elektronik, setuju? Seandainya toko tersebut tidak melakukan penjualan, maka toko itu juga tidak akan  mendapatkan uang atau keuntungan atau KOMISI. Apa bedanya membuka toko elektronik dengan di HIGH DESERT sebagai seorang pengecer? Sama khan? Seorang pengecer berarti kalau saya menjual, saya dapat untung (baca KOMISI), kalau tidak menjual maka saya tidak dapat untung (baca KOMISI).

        

Jika sama-sama mendapatkan KOMISI, di HDI tidak perlu sewa tempat, tidak perlu stok barang, tidak perlu bayar pegawai, tidak perlu beli meja, listrik, air dan sebagainya.

B. Sebagai agen: dengan keuntungan 5% dari cabang-cabang usaha yang ada. Hak ini adalah yang terpenting dan terbesar karena melalui hak inilah seseorang akan membangun BISNIS. Seseorang memiliki kesempatan membuka cabang-cabang atau agen-agen usahanya. Dengan demikian bisnisnya akan berkembang luar biasa.

FOKUS utama menjalankan bisnis HDI bukan terletak pada hak yang pertama sebagai pengecer tetapi membangun ASET melalui hak yang ke-2.

 

Masih ada beberapa pembahasan yang akan dipaparkan disini

 

"

Share this Post