05 Desember 2016
"
Bocor artinya lubang yang membuat isi di dalamnya keluar. Misal kebocoran gas, berarti pipanya lubang dan membuat isi gas menjadi keluar. Atau ember berisi air yang bocor artinya ada lubang yang membuat airnya menetes. Bocor bisa diketahui jika ada tanda-tandanya seperti air yang menetes atau gas yang keluar. Jika bocornya besar langsung bisa terlihat dan langsung bisa diatasi. Bagaimana jika bocornya tipis sehingga tidak terlihat dan tidak terasa. Bocornya membuat sesuatu keluar tanpa sepengetahuan kita. Sampai dampaknya terasa dan membuat sadar bahwa ada yang ngga beres.
Bagaimana jika kebocoran ini berkaitan dengan KEBOCORAN KEUANGAN? Karena tidak sedikit orang yang hidupnya tidak berubah bukan karena income atau pendapatan mereka tidak bertambah, melainkan karena mereka tidak bisa mengelola kesadaran yang berkaitan dengan pengeluaran biaya. Melalui tulisan ini, kita akan belajar bersama-sama untuk menjadi lebih CERDAS SECARA FINANSIAL.
Seseorang bisa menjadi sadar bisa saat awal, bisa saat sudah mulai parah, bisa juga saat sudah sangat parah sekali atau bisa jadi kaget. Kaget lho koq sudah parah banget sampai terjadi “kecelakaan”. Dipakai istilah kecelakaan ini adalah hantaman atau kejadian yang membuat orang menjadi syok atau kaget!
Ilustrasi yang paling cocok adalah saat anda mengendarai kendaraan, entah mobil atau motor. Bocor itu pasti terjadi karena ban kendaraan dipakai untuk jalan. Jalan yang terlalu lama membuat ban menjadi tipis. Ditambah lagi dengan jalan yang tidak rata alias berlubang akan membuat benturan-benturan. Benturan keras, benturan medium atau benturan yang kecil membuat tekanan pada ban yang membuat ban menjadi semakin tipis. Akibatnya angin dalam ban tersebut merembes keluar secara perlahan-lahan. Tiga hari kemudian, lho koq bannya menjadi gembos. Ada yang merasa bannya kurang angin sehingga ditambah angin. Ada yang berpikir ini hal yang biasa, mungkin ada paku yang menancap di ban. Ada juga yang merasa apakah bannya sudah tipis sehingga bukan hanya kena paku tapi bocor di sana-sini.
YANG MERASA KURANG ANGIN
Pastilah yang dilakukan adalah menambah angin. Wuah itu hal yang biasalah jika kurang angin. Setelah ditambah angin beberapa saat lagi kurang angin lagi. Iya sih hal itu tetap biasa.. jika ban dipakai sehingga terjadi benturan dan gesekan, jelaslah anginnya berkurang sedikit-sedikit. Merembes dan membuat ban menjadi empuk dan lembek.
Berapa banyak di antara kita yang berpikir demikian? Tidak ada bedanya saat ingin mengambil uang tunai di atm yang berada di dalam supermarket atau toko ... bisanya setelah ambil uang di ATM, jalanlah ke bagian lemari pendingin untuk mengambil minuman dingin. Apalagi jika saat itu mengajak anak. Bukan hanya lemari pendingin yang dikunjungi tetapi juga rak snack yang berwarna-warni memanggil anak-anak kita untuk mampir dan mengambilnya. Hal inilah yang disebut dengan bocor tipis atau lebih kerennya adalah BOTIS. Hanya uang kecil..paling-paling Rp. 10.000,00 atau 15.000,00 saja. Kan hal itu tidak berpengaruh besar. Apalagi dengan niatan menyenangkan hati anak atau panas-panas diluar sepertinya enak juga memanjakan diri dengan meneguk minuman dingin. Dan kadang perlu disadari minuman dingin yang diambi,l sehat ngga? Makanan ringan yang dipilih oleh anak kita, sehat ngga?
INI HAL YANG BIASA, MUNGKIN ADA PAKU YANG MENANCAP DI BAN
Setelah ditambah angin beberapa kali tetap saja gembos. Barulah dicari tahu, apakah ada paku yang menancap di ban? Hmm..kalau kena paku adalah hal yang biasa. Ambil pakunya dan tambal sehingga pekerjaan menjadi beres. Gembos beberapa kali ibarat malam-malam terasa dingin enaknya keluar beli martabak atau apalah sebagai pengganjal rasa lapar yang tak tahu tiba-tiba datang menyerang. Ngopi di cafe sambil ngobrol yang rasanya kalau tidak dilakukan seminggu dua kali sepertinya tidak afdol. Minum es krim di mall yang sudah menjadi kebiasaan setelah selesai makan malam karena selesai makan malam butuh yang segar dan pencuci mulut donk. ITU ADALAH HAL YANG BIASA SAJA..memang sudah menjadi budaya yang harusnya memang demikian. (BUDAYA atau membudayakan diri...:))
ADA YANG SETELAH DITAMBAL, LHO KOQ MALAH TAMBAH GEMBOS
Beberapa hari setelah ditambal, ternyata bannya bocor lagi. Hmm setelah dilihat dan diteliti oooh ternyata.. bukan hanya 1 paku yang menancap tetapi ada beberapa paku-paku yang lainnya. Ya ampunnn...pakunya banyak sekaleee. Akibatnya kendaraan tidak bisa dipake beberapa saat karena harus ditambal sana sini bannya.
Karena ada buka resto yang baru di kota tersebut, ya namanya lidah dan rasa ingin mencoba maka malam itu dinner bersama keluarga besar (mumpung baru terima bonus nih, tanggal muda wkwkwk). Semua keluarga diajak untuk mencoba resto baru. Biasanya habis makan tidak langsung pulang ke rumah tetapi masih cuci mata. Malam minggu...sekalian jalan-jalan cuci mata. Ehh saat cuci mata, beneran tenyata matanya jadi terang dan bening. Ngeliat baju trend model terbaru, dan sepatu yang lagi diskon..hmm sobat. Mana bonus baru masuk, kartu kredit juga belum digesek banyak. Saatnya nih melepaskan rindu untuk shopping mumpung diskon. Ayah sibuk memilih pakaian kerja, ibu sibuk memilih tas tangan, anak pertama sibuk memilih sepatu futsalnya, anak kedua sibuk memilih gaun yang sudah lama diincarnya, anak terkecil sibuk memilih mainannya. COCOK dehhhh....pulang semua pada bawa tentengannya sendiri-sendiri. Genaplah Rp. 1.500.000 uang yang keluar untuk belanja malam itu dan Rp. 750.000,00 untuk mentraktir makan malam keluarga besar. Jika ditambahkan total malam itu uang keluar sebesar Rp. 2.250.000,00.
Gaya hidup yang seperti contoh di atas dilanjutkan terus menerus setiap bulannya. Memang sih bonus sudah lumayanlah masuk ke angka 8 digit alias puluhan juta masih ditambah ada pendapatan sewa, ada juga gaji dari pasangan hidup karena masih bertugas di swasta, masih ditambah pendapatan bunga dari deposito (meski hanya 6% setahun..tapi lumayanlah).
Belum lagi saat akhir tahun, kalau di luar negeri dikenal dengan istilah black Friday (pesta diskon). Seolah-olah semua barang menjadi sangat murah. Mengingat sofa di rumah sudah agak pudar warnanya, tirai juga sudah lama tidak diganti sepertinya butuh suasana baru. Mumpung akhir tahun dan ada bonus tambahan dari perusahaan...WOW SAATNYA HUNTING! Awalnya hanya ingin mengganti sofa dan tirai sampai pada akhirnya membeli lukisan, mejanya juga diganti, lemari-lemari, perabotan lain seperti alat makan dan hiasan rumah. Dari budget 15 juta akhirnya membengkak menjadi 30 juta. Lho..ini murah, kalau ngga diskon pasti sudah jadi 50 juta semuanya. Hmm...iya iya, diskon sudah menjadi tradisi membuat seseorang menjadi kalap belanja.
Mengingat mobil yang sudah bolak-balik masuk ke bengkel...wuah ini nampaknya harus ganti saja daripada uang dibayar untuk masuk bengkel. Mana boros lagi bensinnya. Akhirnya memutuskan untuk ganti mobil baru, toh juga mencicil kan bayarnya (BAYAR CICILAN TERUS SAMPAI benar-benar mata jadi MEN-CICIL (bahasa jawanya terbelalak kaget dan stress))
Di tengah-tengah operasional bisnis ternyata ada juga gangguannya. Saat sudah menjelang acara besar dan harus menuju ke bandara ternyata banyak rekan kerja yang membantalkan ikut. Padahal sudah konfirmasi tiket acara maupun tiket penerbangan. Ternyata BATALLLL...lho...hangus lho tiket pesawatnya. Lagian tiket pesawat masih ngutang ke upline. Waduuuhhhh.... Berapa banyak tiket pesawat lainnya yang harus hangus karena ketinggalan pesawat? Hmm bukan hanya sekali atau dua kali ketinggalan pesawat tetapi sudah berkali-kali.
APAKAH SALAH? JAWABNYA JELAS...TIDAK SALAH, MELAINKAN APAKAH KITA SUDAH MENGALOKASIKAN PENGELUARAN DENGAN TEPAT?
Ban yang sudah ditambal sana-sini dipakai terus menerus dan akhirnya menjadi tipis. Suatu saat di tengah jalan kendaran tidak stabil ternyata bannya meletus sehingga mengakibatkan kecelakaan.
- Saatnya membutuhkan dana untuk pengobatan ternyata dana tersebut tidak tersedia.
- Saat membutuhkan dana untuk pendidikan anak, ternyata dana tersebut tidak ada.
- Saat membutuhkan dana untuk berjaga-jaga lainnya ternyata kosong..apakah bukan hal ini yang juga disebut sebagai kecelakaan?
Saudaraku, yang berada dalam komunitas Breakthrough Generation, berapa banyak hal-hal yang semestinya tidak perlu kita keluarkan harus kita keluarkan. Tanpa kita menyadari bahwa ada barang yang ada masih bisa dipakai. Tanpa menyadarai bahwa ada hal lain berupa dana berjaga-jaga yang harus dialokasikan. LUPA...atau KURANG KESADARAN? Oleh karena itu, setiap kali hendak membuat keputusan...TARIKLAH NAFAS. MASUKKAN OKSIGEN KE DALAM OTAK ANDA SEHINGGA ADA BANYAK OKSIGEN DISANA DAN DIPAKAI UNTUK MEMPROSES SAMPAI PADA TITIK KESADARAN TENTANG PERLU ATAU TIDAK SESUATU ITU KITA BAYAR DAN KITA BELI?
Jika mau dihitung... Andaikata bocor tipis tersebut tiap bulannya senilai 1 juta rupiah, setahun terakumulasi menjadi 12 juta rupiah. Jika 10 tahun berarti terakumulasi 120 juta rupiah. Jika BOCOR TIPISNYA 2 juta rupiah per bulan. Selama setahun terakumulasi 24 juta rupiah. Jika 10 tahun terakumulasi 240 juta rupiah. Bagaimana jika bocor tipisnya 5 juta. Setahun menjadi 60 juta, 10 tahun jumlahnya menjadi 600 juta. WOW karena BOCOR TIPIS kehilangan 240 juta atau 600 juta. Worth it ngga ya? Bisa ngga ditekan? BISA memang SULIT karena GODAANNYA BANYAK tetapi SANGAT BISA.
Tentang BOCOR TIPIS atau BOCOR BESAR itu apa saja. Tergantung dari PROFESSIONAL JUDGEMENT MASING-MASING ORANG. Tetapi berikut ini adalah list yang menjadi panduan agar tidak terjadi “kecelakaan” (istilahnya karena bocor tipis keluar 600juta selama 10 tahun menurut penulis adalah sebuah kecelakaan, yang seharusnya jika bocor tipis 5 juta per bulan diinvestasikan pada properti atau reksa dana saham...tahun ke 10 nilainya bukan lagi 600 juta tetapi bisa 1 Milyar rupiah)
Apa saja yang termasuk bocor tipis dan akhirnya akan menjadi bocor besar...
- Minuman ringan yang dibeli untuk menyegarkan hati dan menyejukkan. Mulai dari minuman kaleng, minuman kotak, minuman buble tea yang marak beredar, dll.
- Makanan/jajanan yang digunakan untuk mengganjal perut. (jika 1 unit Rp 6.000,00 beli 2 unit sudah Rp 12.000,00 dan tidak kenyang).
- Juice yang dipesan untuk minuman saat makan siang. Konsumsi Juice Rp. 10.000, jika membeli air putih kemasan 600ml biasanya Rp. 3.000,00. Bukan hanya mahal tetapi juga gula yang masuk ke dalam tubuh serta buat yang dijuice pun tidak memiliki serat sehingga kurang optimal untuk membantu pencernaan.
- Ngopi di Cafe, minum ice cream..
- Beli baju santai padahal masih memiliki baju santai yang cukup banyak.
- Gonta ganti sepatu olahraga.
- Gonta ganti gajet. Jika ada yang baru keluar langsung handphone lama dijual dan ganti yang baru. Gonta ganti mobil dan apapun yang membuat terjadinya kebocoran.
- Hangusnya tiket pesawat terbang/ kereta atau apapun yang terbuang karena keteledoran kita.
- Tidur di hotel setiap akhir peka atau menyewa villa untuk beristirahat.
- Apapun bantuknya yang membawa pada kebocoran.
APAKAH SALAH Jika mengeluarkan dana-dana seperti yang tertulis di atas? JAWABNYA JELAS...TIDAK SALAH, MELAINKAN APAKAH KITA SUDAH MENGALOKASIKAN PENGELUARAN DENGAN TEPAT? Anda bisa juga membuat list seperti gambar di atas untuk melakukan cekking bagaimana profil kebocoran keuangan anda. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua sehingga lebih cerdas dalam mengelola sumber daya kehidupan dari alam ini.
GO BREAKTHROUGH
"