×
Popup

18 April 2015

MANAJEMEN INFORMASI, PENTING NGGA YA?

"

Mengelola informasi adalah bagian yang penting dalam menapaki sebuah keberhasilan. Sering kali banyak orang salah mengartikan informasi yang diterimanya. Bagaimana itu bisa terjadi? Mari kita simak bersama cerita yang satu ini.

Alkisah, hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang putranya. Pada suatu hari, sang ayah mendadak sakit keras. Karena menyadari semakin mendekati ajalnya, dia segera memanggil kedua putranya. Mereka berdua datang menghadap sang ayah. Sang ayah dalam keadaan berbaring menyatakan permintaannya kepada mereka : “Kalian berdua harus berjanji kepada ayah, setelah ayah meninggal dunia nanti, kalian berdua harus menepati dua pesan terakhir Ayah”. Merasa bahwa ayahnya hendak memberi wasiat dan mengetahui keadaan ayahnya yang semakin kritis, air mata menetes dengan deras. Isak tangis dan suasana hati yang tidak karuan membuat si Sulung dan si Bungsu pun hanya dapat manggut-manggut.

          

Pesan yang disampaikan sang ayah adalah:
“PERTAMA, kalian harus berjanji kepada Ayah, bahwa setelah Ayah meninggal nanti, kalian berdua TIDAK BOLEH MENAGIH PIUTANG kepada siapapun”. Tidak ada tindakan lain dari Sulung maupun Bungsu dalam menanggapi pesan ayahnya itu selain mengatakan IYA KAMI BERJANJI dan menganggukkan kepala meski perasaan bingung melihat keadaan ayahnya yang semakin parah.

“KEDUA, kalian berdua harus berjanji kepada Ayah, bahwa setelah Ayah meninggal nanti, kalian berdua TIDAK BOLEH TERKENA SINAR MATAHARI SECARA LANGSUNG”. Tetapi sekali lagi keadaanlah yang memaksa mereka berdua untuk mengatakan IYA KAMI BERJANJI dan menganggukkan kepala.

Akhirnya, sang Ayahpun meninggal dunia dengan tenang karena telah menyampaikan pesannya. Prosesi pemakaman pun berlangsung dan kehidupan harus terus berjalan. 

          

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan dan tahun. Tidak terasa lima tahun telah berlalu sejak kematian sang ayah. Di sinilah mulai tampak perbedaan yang sangat mencolok antara Sulung dan Bungsu. Sang ibu sebagai orang di “Tengah” pun tanggap akan hal ini. Perbedaan yang paling nyata adalah soal EKONOMI / KEUANGAN. Sang Ibu merasa iba kepada nasib si-Bungsu yang ekonominya sangat amburadul dan mulai Gulung Tikar. Sebaliknya, sang ibu pun bangga kepada nasih si-Sulung yang boleh dibilang sangat sukses dalam bidang ekonomi.

Rasa penasaran sang ibu membuatnya mengunjungi si-Bungsu untuk menanyakan apa yang telah terjadi. “Wahai Bungsu, mengapa nasib mu sedemikian malangnya anakku ???”.

Si Bungsu menjawab:
Ini karena saya menuruti 2 pesan wasiat Ayah. PERTAMA, SAYA DILARANG MENAGIH PIUTANG KEPADA SIAPAPUN. Sedangkan teman, kolega, pelanggan, dll tidak berniat untuk mengembalikan hutang mereka jika tidak ditagih, sehingga lama-kelamaan habislah modal saya. KEDUA, Ayah melarang saya untuk KENA SINAR MATAHARI SECARA LANGSUNG, itulah sebabnya pergi dan pulang dari Toko, saya selalu menggunakan jasa Taxi, karena saya hanya memiliki sepeda motor, sehingga modal saya lama-kelamaan habis bu”.

                       

Melihat malangnya nasih Bungsu, sang Ibu pun menghibur dan mengatakan: “ENGKAU MEMANG ANAK YANG BERBAKTI, KARENA ENGKAU MENJAGA JANJIMU KEPADA AYAH”.

 

Sang ibu juga mengunjungi kediaman si Sulung yang memiliki kesuksesan luar biasa. Karena penasaran, sang Ibu pun menanyakan perihal bagaimana anaknya mampu mengubah nasibnya. “Wahai Sulung, mengapa nasibmu sedemikian beruntung anakku ???”. Si Sulung pun menjawab: “Ini karena saya menuruti 2 pesan wasiat Ayah”.

Sang Ibu keheranan dengan jawaban Sulung. Ia berpikir mengapa kedua anaknya memiliki kehidupan yang berbeda padahal sama-sama menuruti kedua pesan wasiat ayahnya. 

“Kenapa bisa begitu ???”. Sulung pun menjawab : “PERTAMA, SAYA DILARANG MENAGIH PIUTANG KEPADA SIAPAPUN, oleh karena itu SAYA TIDAK PERNAH MEMBERIKAN HUTANG KEPADA SIAPAPUN, sehingga modal saya tetap. KEDUA, SAYA DILARANG KENA SINAR MATAHARI SECARA LANGSUNG, karena saya hanya memiliki sepeda motor, maka saya berangkat ke Toko pagi-pagi benar sebelum matahari terbit, dan pulang dari Toko malam benar setelah matahari terbenam, sehingga SEMUA CUSTOMER SAYA TAHU BAHWA TOKO SAYA BUKA PALING PAGI & TUTUP PALING MALAM, sehingga Toko saya diserbu banyak pelanggan”.

                       

Sang Ibu pun keheranan penuh kekaguman akan jawaban dari si-Sulung.

Mengapa ada banyak orang yang kesulitan mengelola informasi sehingga salah dalam mengambil keputusan? Nantikan artikel berikutnya.

 

GO BREAKTHROUGH

"

Share this Post