26 Maret 2015
"
Anton terlahir dari anak orang kaya, delapan mobil mewahnya mendiami rumah mewah orang tuanya. Bisnis showroom mobi orang tuanya jalan dengan lancar. Gaya hidup ala selebriti tanpa kenal berapa uang yang sudah dikeluarkan untuk mendanai pakaian bermerek, makan di tempat mewah dan kado untuk sang pacar. Setelah menikah, dia diberikan rumah besar oleh orang tuanya dan bisnis showroom mobil. Karena terbiasa hidup berfoya-foya, akhirnya perlahan-lahan bisnis showroom mobil yang dipegangnya bangkrut. Sampai rumah mewah yang ditinggalinya harus dilelang demi menutup hutang bank.
Lain Anton lain Seno. Seno terlahir dari orang tua yang sangat sederhana. Sejak kecil, Seno dididik oleh orang tuanya untuk bekerja sepulang sekolah. Nasihat orang tua untuk selalu memiliki gaya hidup sederhana dan bekerja keras menacap dalam sanubarinya. Orang tuanya bekerja keras demi menyekolahkan Seno. Lulus dari kuliah, Seno merintis usahanya sendiri. Dengan modal yang sangat minim tidak membuat Seno menyerah dengan kesulitan yang ada. Dengan keterbatasan dana yang ada, Seno berpikir keras dan bekerja secara cerdas untuk meningkatkan usahanya. Sindirian, hinaan, cacian, penolakan diterimanya dengan iklas. Tahun pertama membuatnya bersyukur karena di tahun itu dia ditempa oleh proses yang ada agar menjadi lebih tahan banting. Tahun kedua juga sama dengan tahun pertama. Barulah pada tahun ketiga usahanya mulai maju. Semakin maju usahanya, semakin keras kerja Seno. Tidak sedikitpun kesempatan dilewatkan, semuanya ditangkapnya untuk mempercepat laju usahanya. Tahun keempat mulai terlihat keberhasilan karena keteguhan hatinya. Meski berada di puncak kesuksesan, Seno tetap rendah hati terlihat dari kesederhanaan hidupnya.
Tidak sedikit fakta yang mencengangkan seperti kasus di atas. Ada orang yang sangat kaya akhirnya jatuh miskin. Tetapi sebaliknya ada juga yang hidup dengan kesulitan tetapi setelah bertahun-tahun akhirnya berubah menjadi sangat berhasil. Memang banyak faktor yang membuat dua kejadian tersebut terjadi. Tetapi salah satu faktor yang mengambil peranan penting adalah PENGELOLAAN atau MENGELOLA.
Mengapa mengelola itu penting?
- Adanya sebuah perencanaan yang matang sebelum tidakan dilakukan. Hal itu menunjukan adanya sebuah guideline atau tuntunan ke arah mana langkah-langkah akan diambil
- Sumber daya yang ada akan menjadi optimal dan tepat sasaran. Tidak terjadi pemborosan atau kurang usaha dari sumber daya yang ada agar perencanaan yang ditetapkan bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
- Hidup akan menjadi teratur dan terukur.
- Melatih diri atau perusahaan atau organisasi dalam memiliki kebiasaan berdisiplin.
- Mencipta sebuah sinerji dan keberlimpahan. Sehingga konsep 1+1 tidak selalu sama dengan 2 tetapi bisa 10 bahkan 100 bahkan lebih.
- ...
Bahasa mudahnya, tujuan MENGELOLA adalah APA YANG ADA MENJADI LEBIH BAIK, BERKARYA LEBIH BANYAK, MENGHASILKAN LEBIH DAHSYAT, LEBIH BERKELIMPAHAN dengan KETERBATASAN SUMBER DAYA YANG ADA.
APA SAJA YANG PERLU UNTUK DIKELOLA?
- WAKTU
- FINANSIAL (UANG, HUTANG, CASHFLOW, INVESTASI,...)
- MANUSIA
- KEKAYAAN ALAM
- INFORMASI
- ASET (BISA MATERIAL, MESIN, BANGUNAN, ...)
- ....
MENGAPA SUMBER DAYA TERSEBUT TERBATAS?
- Setiap manusia memiliki waktu yang sama, 1 hari 24 jam.
- Manusia juga memiliki keterbatasan fisik dan usia.
- Kekayaan alam ada yang bisa diperbarui tetapi tidak sedikit yang tidak bisa diperbarui.
- Aset seperti mesin memiliki kapasitas produksi.
- ....
Karena sumber daya yang terbatas itulah maka perlu untuk dikelola sehingga menghasilkan FAKTOR KALI atau LEVERAGE. Faktor kali bisa terus berlanjut jika ada banyak pihak mendapatkan manfaatnya. Bukan hanya mendapatkan manfaat secara sepihak tetapi manfaat dari kedua belah pihak atau dikenal dengan istilah WIN-WIN solution.
ADA DUA BAGIAN YANG PENTING DALAM MENGELOLA:
- MENGELOLA DIRI SENDIRI
- MENGELOLA BISNIS
Biasanya seseorang yang pengelolaan diri sendirinya kacau maka pengelolaan bisnisnya menjadi kacau. Oleh karena itu yang paling menjadi tantangan adalah bagaimana seseorang mampu mengelola dirinya sendiri terlebih dahulu. Ibarat pepatah yang mengatakan sambil menyelam minum air, artinya sambil jalan mengelola dirinya kemampuan mengelola bisnisnya harus juga dimulai. Tetapi langkah pertama dan utama adalah kesiapan diri ini untuk mengelola dan memperbaiki diri secara terus menerus.
BAGAIMANA MENURUT ANDA? UNTUK PEMBAHASAN LEBIH LANJUT IKUTI ARTIKEL BERIKUTNYA.
GO BREAKTHROUGH
"