26 Maret 2015
"
Sepanjang sejarah kehidupan manusia selalu muncul pemimpin yang mambawa pada sebuah perubahan. Dikatakan perubahan bisa berarti lebih baik atau lebih maju bahkan sebaliknya. Keberahasilan seorang pemimpin selalu dinilai dari apa karya yang telah dibuat agar orang yang dipimpinnya memiliki kehidupan yang jauh lebih baik. Kemampuan memimpin atau Leadership Skill membuat seseorang mampu melakukan hal yang besar karena dilakukan bersama dengan orang-orang yang dipimpinnya. Untuk memiliki kemampuan memimpin, perlu dipahami terlebih dahulu hukum kepemimpinan. Hukum kepemimpinan berikut ini diambil dari ringkasan ""The 21 Irrefutable Laws of Leadership, Follow Them and People Will Follow You"" karya John C. Maxwell.
Ketika jaman terus berubah dan teknologi mengalami kemajuan pesat, prinsip-prinsip kepemimpinan tetap dan berdiri dalam ujian waktu. Terdapat empat pemikiran untuk diingat saat kita mendalami 21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan.
- Hukum dapat dipelajari dan diterapkan. Kepemimpinan merupakan Dasar Sifat Alamiah Manusia, setiap orang memiliki dasar kepemimpinan dalam dirinya. Kepemimpinan itu bagaikan Ketrampilan Menulis, Membaca atau Berbicara, yang dapat Dipelajari dan dapat Diterapkan oleh siapapun yang mau.
- Hukum dapat berdiri sendiri atau terpisah satu dan lainnya. Hukum Kepemimpinan dapat Dipelajari dan dapat Diterapkan secara Terpisah dan Berdiri Sendiri. Artinya ketika Anda belajar mengenai Pengaruh bukan berarti setelah itu Anda ”HARUS” mempelajari tentang Proses atau Hubungan Baik dan lainnya. Anda yang menentukan Ketrampilan Kepemimpinan manakah yang ingin dipelajari dan diterapkan terlebih dahulu. Masing-masing dapat berdiri sendiri dan memiliki manfaat yang berbeda.
- Hukum membawa konseksuensi. Setiap Hukum Kepemimpinan memiki dampak masing-masing, dan setiap Anda belajar tentang Kepemimpinan maka dilakukan ataupun tidak, Anda akan merasakan dampak yang ada. Semisal, Anda belajar mengenai Hubungan Baik dalam Hukum Kepemimpinan, namun tidak mempraktekkannya, maka secara tidak langsung Anda sudah mengubur impian memiliki Ketrampilan dalam membina Hubungan Baik dengan orang lain.
- Hukum ini merupakan landasan kepemimpinan. setiap hukum kepemimpinan yang Anda pelajari akan memberikan Kekuatan Fundamental dalam Pembentukan Sosok Pemimpinan dalam diri Anda. Makin sering Anda belajar setiap hukum yang ada maka semakin kuat pondasi Kepemimpinan Anda kelak.
21 HUKUM KEPEMIMPINAN AKAN DIULAS SECARA SEDERHANA SEBAGAI BERIKUT:
PERTAMA: HUKUM KATUP (The Law of The Lid)
Kemampuan kepemimpinan menentukan tingkat seseorang efektifitas. Kemampuan untuk memimpin adalah ″katup″ yang menentukan efektifitas seseorang. Semakin rendah kemampuan individu untuk memimpin, semakin rendah katup (kapasitas) potensi ini. semakin baik kepemimpinannya semakin banyak katup terbuka atau semakin besar efektivitasnya. Dalam sebuah Tim Olahraga, bahwa prestasi Tim bukan di tentukan oleh para pemain namun sejauh mana pemimpinnya (pelatih) mampu membangun serta membuka efektifitasnya dalam mengelola Tim. Bukan berapa banyak pemain bertalenta yang ada, namun sejauh mana sang pelatih dapat mempertontonkan efektifitasnya sehingga setiap pemain menjadi sumber daya efektif dalam pertandingan.
Misalnya, pada tahun 1930, Dick dan Maurice McDonald membuka salah satu restoran cepat saji yang pertama. Pada pertengahan ′50-an,pendapatan tahunan mereka adalah $ 350.000, dan mereka membawa pulang sekitar $ 100.000 setiap tahun. Namun, meskipun mereka berhasil, mereka bukanlah pemimpin sejati. Mereka mencoba untuk waralaba restorannya, tetapi hanya terjual 15 lisensi, yang beroperasi hanya 10 restoran.
Sebaliknya, Ray Kroc bergabung dengan mereka pada tahun 1954 dan membuktikan dirinya sebagai mesin pembangkit kepemimpinan. Ia membentuk tim dengan mengumpulkan orang paling menonjol di antara yang dia temukan, bekerja keras, dan berkorban untuk bisnis. Pada tahun 1961, ia membeli McDonald senilai $ 2,7 juta. Saat ini, perusahaan memiliki 31.000 toko di 119 negara. Kelemahan kepemimpinan McDonald bersaudara terletak pada katup kemampuan mereka untuk membawa keberhasilan.
Hukum Katup menyebutkan bahwa besarnya usaha atau bisnis seseorang tidak akan pernah melebihi katup yang dimilikinya. Misalnya dalam skala 1 sampai 10, jika seorang pemimpin memiliki nilai katup 7, maka besarnya organisasi atau bisnis yang dijalankannya maksimal bernilai 6. Jika ia ingin memperbesar bisnisnya menjadi 8 maka ia terlebih dahulu harus mampu memperbesar katupnya sendiri menjadi 9.
Katup merupakan sesuatu yang bersifat internal dalam diri seseorang, dan tidak dipengaruhi oleh kondisi eksternal (situasi, kondisi, lingkungan, dsb). Ketika Anda melihat sebuah peluang bisnis misalnya, namun kemudian Anda merasa pesimis atau tidak begitu yakin, maka sesungguhnya Anda sedang memasang katup Anda sendiri.
KEDUA: HUKUM PENGARUH (The Law of Influence)
Kepemimpinan tidak lebih dan tidak kurang kecuali pengaruh. Banyak orang berpikir bahwa kepemimpinan selalu terkait dengan Posisi dan Jabatan, mereka berasumsi bahwa Gelar dan Posisi harus dimiliki seorang Pemimpin. Terkadang ada benarnya, namun gelar tidak banyak nilainya, karena kepemimpinan sejati tidak dianugerahkan, ditunjuk atau ditugaskan. Kepemimpinan hanya datang dari Pengaruh dan itu harus diraih bukan dimandatkan. Pelajari dan Terapkan Hukum Pengaruh agar proses Kepemimpinan Anda berjalan dengan Simultan dan Progressif. Kepemimpinan adalah Pembelajaran terus menerus, dan diawali dengan Belajar tentang Pengaruh. Cobalah Anda sering lakukan Komunikasi dan Diskusi kepada Rekan atau Kolega, dan cobalah telaah lebih jauh, apakah Anda memiliki Pengaruh dalam Pebicaraan tersebut atau justru Anda yang terpengaruh?. Pelajari tentang kekuatan Hukum Pengaruh maka ini akan menjadi Landasan Kepemimpinan Anda yang kuat.
Ada lima mitos utama tentang kepemimpinan:
- Mitos manajemen yang menyatakan bahwa pimpinan dan manajemen adalah sama. Bagaimanapun, kepemimpinan adalah tentang mempengaruhi orang, sedangkan manajemen adalah tentang sistem dan proses.
- Mitos pengusaha yang menyatakan bahwa pengusaha adalah bukti kepemimpinan. Pengusaha adalah keterampilan pada mengindentifikasi peluang dan menghasilkan uang darinya. McDonald bersaudara adalah pengusaha, sedangkan Ray Kroc adalah pemimpin.
- Mitos pengetahuan yang menyatakan bahwa orang yang terlibat dalam proses pengetahuan dan kecerdasan adalah pemimpin. Tetapi anda dapat berkunjung ke universitas terkemuka dan menemui ilmuan brilian yang tak menghasilkan pemimpin yang baik.
- Mitos pelopor yang mengatakan siapa yang tampil di depan dari kekacauan adalah pemimpin. Untuk menjadi pemimpin, sesorang harus tampil di depan, tetapi dia juga harus memiliki masa yang mengikutinya.
- Mitos posisi/jabatan yang mengatakan bahwa seseorang pada jabatan puncak baik lelaki atau wanita mendefinisikan bahwa orang tersebut adalah pimpinan. Ketika dewan direksi di Saatchi & Saatchi mengeluarkan Maurice Saatchi pada 1994, bakat dan nama besarnya ikut keluar dari perusahaan, dan nilai saham perusahaan turun 50 persen. Saatchi meninggalkan jabatannya tetapi tetap sebagai pemimpin.
KETIGA: HUKUM PROSES (The Law of Process)
Kepemimpinan berkembang setiap hari bukan sehari. Menjadi seorang pemimpin seperti investasi di pasar saham. Jika anda mencoba untuk membuat keberuntungan dalam satu hari, tentu tidak akan berhasil. Hal terpenting adalah melakukannya hari demi hari dalam jangka panjang. Jika Anda terus-menerus berinvestasi dalam pengembangan kepemimpinan maka pertumbuhan dari waktu ke waktu tak terelakkan.
Pada studi atas 90 top pimpinan, pemimpin yang sukses adalah mereka yang belajar jangka lama dengan DISIPLIN DIRI dan PENUH KETEKUNAN.
Proses pertumbuhan kepemimpinan terdapat lima tahap:
- Tahap Pertama, Anda tidak tahu apa yang Anda tidak tahu. Anda bahkan tidak menyadari bahwa anda bisa menjadi pemimpin.
- Tahap Kedua, Anda tahu bahwa Anda perlu tahu. Anda menyadari bahwa Anda perlu belajar untuk memimpin.
- Tahap Ketiga, Anda tahu apa yang Anda tidak tahu. Ketika Anda menemukan kesenjangan dalam pengetahuan Anda tentang kepemimpinan, Anda memahami apa yang Anda butuhkan untuk belajar.
- Tahap Keempat, anda tahu dan tumbuh, dan itu mulai menunjukkan. ketika Anda memulai disiplin harian pertumbuhan pribadi, hal-hal menarik mulai terjadi.
- Tahap Kelima, Anda cukup pergi karena apa yang Anda ketahui. Kemampuan untuk memimpin menjadi otomatis, dan Anda mengembangkan naluri besar yang membantu untuk memimpin secara efektif.
KEEMPAT : HUKUM NAVIGASI (The Law of Navigation)
Setiap orang dapat mengemudikan kapal, namun dibutuhkan pemimpin untuk menentukan arah. Pemimpin adalah seorang yang mengatur kendali arah mana mereka dan pengikutnya akan berjalan. Pemimpin perlu mengetahui seluruh perjalanan sebelum mereka meninggalkan dermaga. Mereka harus memiliki visi untuk sampai tujuan, mereka mengerti apa yang harus dipersiapkan untuk sampai ke sana, mengetahu harus membawa siapa untuk menjadi sukses, dan mengetahui rintangan sebelum rintangan itu terjadi.
Navigator yang baik belajar pada pengalaman masa lalu. Keberhasilan mengajarkan bahwa anda mampu melakukan sesuatu dan memberikan kepercayaan diri, sedangkan kegagalan memberi pelajaran yang lebih besar. Kegagalan mengungkapkan asumsi yang salah, kelemahan karakter, kesalahan penilaian, dan metode kerja yang buruk.
Navigator yang baik akan mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Mereka menyadari bahwa tidak memiliki semua jawaban. Mereka mengumpulkan informasi dari berbagai sumber.
Navigator yang baik juga memastikan bahwa kesimpulan mereka berdasarkan keyakinan dan fakta. Mereka juga menghadapi kenyataan secara realistis. Mereka menyeimbangkan antara optimisme dan realitas.
JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT INI:
~APAKAH ANDA TELAH MENINGKATKAN LEVEL KAPASITAS KEPEMIMPINAN ANDA? (PENERAPAN HUKUM KATUP DALAM KEPEMIMPINAN ANDA)
~APAKAH ANDA TELAH MENINGKATKAN PENGARUH ANDA? (LINGKARAN PENGARUH ANDA?) (PENERAPANAN HUKUM PENGARUH DALAM KEPEMIMPINAN ANDA)
~SUDAH SAMPAI DIMANA PROSES PERTUMBUHAN KEPEMIMPINAN ANDA? (PENERAPAN HUKUM PROSES DALAM KEPEMIMPINAN ANDA)
~BAGAMANA PENERAPAN HUKUM NAVIGASI DALAM PROSES KEPEMIMPINAN ANDA?
Silahkan membaca lanjutan hukum berikutnya!
GO BREAKTHROUGH
"