×
Popup

26 Maret 2015

HUKUM KEPEMIMPINAN (BAGIAN II)

"

Jika Anda terpanggil untuk memimpin entah memimpin diri sendiri ataupun menjadi pemimpin untuk anak-anak Anda, lingkungan ataupun di tempat Anda berkarya, Hukum Kepemimpinan wajib untuk diterapkan. Jika tingkat kesadaran Anda untuk memimpin masih baru terjadi, maka artikel ini akan segera meningkatkan karier Anda. Jika Anda adalah pemimpin yang berpengalaman dengan banyak penghargaan maka artikel ini akan menjadikan Anda menjadi pemimpin yang lebih baik.

Empat Hukum Kepemimpinan telah dibahas pada artikel sebelumnya yaitu:

  1. Hukum Katup
  2. Hukum Proses
  3. Hukum Pengaruh
  4. Hukum Navigasi

Hukum pertama hingga keempat bisa klik disini

 

Pada bagian yang kedua ini akan dibahas HUKUM KEPEMIMPINAN KELIMA HINGGA KESEBELAS. 

KELIMA: HUKUM E.F. HUTTON

E.F. Hutton adalah perusahaan jasa keuangan terkemuka, dan memiliki motto “Jika E.F. Hutton berbicara, orang akan mendengarkan”.  Inilah yang mendasari adanya Hukum E.F. Hutton dalam kepemimpinan, yaitu pemimpin sejati adalah seseorang yang ketika dia berbicara maka orang lain akan mendengarkannya dengan seksama. 

        

Pemimpin sejati akan berbicara belakangan, dan hanya membutuhkan pengaruhnya untuk membuat sesuatu jadi kenyataan, serta mampu mempengaruhi orang-orang seisi ruangan.  Orang menjadi pemimpin sejati karena:

  • Karakter (Character) ~ siapa mereka sesungguhnya.
  • Hubungan (Relationship) ~ siapa saja yang mereka kenal.
  • Pengetahuan (Knowledge) ~ apa saja yang mereka ketahui.
  • Pengalaman (Experience)
  • Intuisi (Intuition)
  • Prestasi (Performance) ~ prestasi apa yang telah diraih
  • Kemampuan (Skill) ~ apa yang dapat mereka perbuat

Dan ketika mereka berbicara, dia akan didengarkan banyak orang karena rasa hormat.

 

KEENAM: HUKUM LANDASAN YANG KOKOH (The Law of Solid Ground)

Kepercayaan merupakan landasan kepemimpinan. Kepercayaan adalah hal paling penting yang harus dimunculkan bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin membangun kepercayaan dengan konsisten seperti kompetensi, hubungan, dan karakter. Orang akan memaklumi atas kesalahan apabila jujur. Orang juga akan memberikan ruang  bagi pemimpin untuk membangun hubungan dengan orang lain. Namun orang tidak akan memaafkan dalam hal karakter.

            

Karakter bersifat tetap. Segala sesuatu yang dimiliki pemimpin dapat berubah termasuk strateginya, tetapi karakter tetap konsisten.

Karakter memberikan rasa hormat. Dengan membuat keputusan yang tepat, mengakui kesalahan, dan menempatkan apa yang terbaik bagi pengikutnya dalam kegiatan pribadi mereka, para pemimpin mendapatkan rasa hormat.

Karakter Berbicara dan mengkomunikasikan banyak hal kepada orang lain.

  • Karakter mengkomunikasikan Konsistensi - pemimpin tanpa keteguhan hati tidak bisa diperhitungkan dalam kemampuan untuk melakukan perubahan secara konsisten.
  • Karakter mengkomunikasikan Potensi - karakter yang lemah akan membatasi. Siapa yang Anda pikir memiliki potensi lebih besar untuk mencapai
    mimpi besar: seseorang yang jujur, disiplin, dan pekerja keras atau seseorang yang curang, impulsif dan malas?
  • Karakter mengkomunikasikan Rasa Hormat - Bila Anda tidak memiliki karakter, Anda tidak bisa mendapatkan rasa hormat. Bagaimana pemimpin
    mendapatkan rasa hormat? Dengan membuat keputusan yang tepat, dengan mengakui kesalahan, dan mampu menempatkan pengikutnya pada bagian yang terbaik dan mendahulukan kepentingan organisasi daripada kepentingan pribadinya.

Pemimpin merusak kepercayaan pengikutnya jangan berharap bisa mempengaruhinya lagi. Kepercayaan adalah dasar kepemimpinan. Melanggar Hukum Landasan yang Kokoh akan mengurangi pengaruh Anda sebagai seorang pemimpin.

 

KETUJUH: HUKUM KEHORMATAN (The law of Respect)

Orang dengan sendirinya mengikuti pemimpin-pemimpin yang lebih kuat daripada dirinya. Jika seorang menghormati seseorang sebagai individu, mereka mengaguminya. Jika mereka menghormatinya sebagai sahabat, mereka mengasihinya. Jika mereka menghormatinya sebagai pemimpin, mereka mengikutinya. Semakin besar kemampuan memimpin seseorang, semakin cepat ia mengenali kepemimpinan atau tiadanya kepemimpinan dalam diri orang lain.

           

Enam cara pemimpin mendapatkan rasa hormat dari yang lain:

  1. Ada pemimpin yang  memiliki kemampuan kepemimpinan secara alami. Mereka yang tidak memilikinya secara alami akan bekerja keras untuk mengembangkannya.
  2. Mereka menghormati orang lain. Mereka paham bahwa kepemimpinan bersifat suka rela.
  3. Mereka memiliki keberanian. Keberanian pemimpin diharapkan bagi para pengikutnya.
  4. Pemimpin yang sukses. Orang menghormati prestasi seseorang dan tertarik untuk meraih sukses.
  5. Pemimpin yang setia. Dalam sebuah pergeseran budaya yang terus menerus. Kesetiaan merupakan asset yang berharga.
  6. Pemimpin muncul rasa hormat dengan memberikan nilai tambah kepada orang lain.

Orang yang bernilai 9 dan 10 tidak akan mengikuti pemimpin yang bernilai 7. Itulah cara kerja kepemimpinan. Itulah rahasia Hukum Kehormatan.

 

KEDELAPAN: HUKUM INTUISI (The Law of Intuition)

Pemimpin mengevaluasi segala sesuatu dengan intuisinya. Pemimpin melihat dunia dalam cara yang tidak biasa. Mereka memiliki intuisi kepemimpinan tentang suatu informasi yang mereka kerjakan.

            

Dalam berbagai situasi, pemimpin menangkap detail dari orang lain. Mereka menyelaraskan dalam dinamika kepemimpinan. Mereka dapat merasakan sikap orang-orang. Mereka dapat mendeteksi kesesuaian sebuah tim. Mereka tahu kapan sesuatu sedang bergejolak dan kapan saat tenang.

Para pemimpin juga mampu membaca kecenderungan. Kebanyakan pengikut terfokus pada pekerjaan mereka saat ini. Namun para pemimpin melihat beberapa tahun bahkan puluhan tahun ke depan. Merekamemiliki kemampuan untuk melangkah dari apa yang terjadi pada saat itu dan melihat di mana organisasi yang dipimpinnya. Intuisinya mengatakan kepada mereka bahwa sesuatu yang sedang terjadi, kondisi sedang berubah, dan masalah atau peluang akan datang.

             

Pemimpin juga mampu membaca orang-orang. Mereka dapat merasakan apa yang terjadi di ruangan apakah ada rasa ingin tahu, keraguan, keengganan, antisipasi, atau pertolongan. Membaca orang, barangkali keterampilan intuitif yang paling penting bagi seorang pemimpin untuk dimiliki.


KESEMBILAN : HUKUM DAYA TARIK (The Magnestism)

Siapa dirimu adalah siapa yang engkau tarik. Para pemimpin yang efektif selalu memperhatikan terhadap orang-orang yang baik. Mereka membawa daftar kriteria orang yang mereka tarik dalam organisasinya.

Namun, siapa yang Anda tarik tidak ditentukan oleh keinginan Anda, tetapi oleh siapa diri Anda. Anda harus memiliki kualitas yang sama dengan orang yang Anda cari. Itulah hukum daya tarik: orang terarik kepada orang yang berbagi kualitas dengannya.

            

Sebagai contoh, banyak organisasi merefleksikan karakter pemimpinnya termasuk usia mereka. Beberapa perusahaan didirikan oleh orang-orang yang berusia 20-an dan 30-an. Mereka mempekerjakan orang-orang muda di perusahaannya.

Orang yang tertarik kepada Anda akan memiliki kemampuan memimpin yang serupa dengan Anda. Pada Hukum Kehormatan, orang dengan sendirinya akan mengikuti pemimpin yang lebih kuat dari pada mereka sendiri. Namun Anda juga harus memperhitungkan faktor Hukum Daya Tarik, yang menyatakan bahwa siapa Anda sesungguhnya, akan menentukan orang seperti apa yang akan tertarik kepada Anda. Itu artinya bahwa jika Anda bernilai 7 dalam soal kepemimpinan, rasanya Anda akan menarik mereka yang bernilai 5 dan 6 dibandingkan yang bernilai 2 dan 3. Pemimpin yang tertarik kepada Anda akan serupa dalam gaya serta kemampuannya dengan Anda.

Orang yang postif cenderung untuk menarik orang yang bersikap positif. Sikap adalah salah satu kualitas seseorang yang menular. Orang juga tertarik terhadap orang-orang yang memiliki latar belakang yang sama. Orang yang berpendidikan akan cenderung untuk menghormati dan menghargai orang yang berpendidikan. Pemimpin juga tertarik kepada pegawai dengan kesamaan energi, kualitas, dan kepemimpinan.

 

KESEPULUH : HUKUM HUBUNGAN (The Law of Connection)

Pemimpin menyentuh hati sebelum meminta tolong. Anda tidak akan dapat menggerakan seseorang untuk bertindak kecuali Anda telah menggerakkanya dengan perasaan (emosi). Semakin kuat hubungan serta komunikasi antar individu, semakin besar kemungkinan mereka membantu Anda. Adalah tugas pemimpin untuk menginisiatifkan hubungan dengan orang-orangnya. Mungkin kedengarannya aneh, namun benar: Orang takkan peduli seberapa banyak yang Anda ketahui, hingga mereka tahu seberapa jauh Anda peduli.

            

Beberapa cara untuk berhubungan dengan orang:

  1. Hubungan dengan diri sendiri. Anda harus tahu siapa Anda dan memiliki kepercayaan diri saat Anda hendak berhubungan dengan orang lain.
  2. Berkomunikasi dengan keterbukaan dan ketulusan. Orang akan dengan mudah memahami ketika seseorang berterus terang, apa adanya.
  3. Kenali lawan bicara Anda. Anda ingin berbicara dengan apa yang mereka pahami, bukan dengan apa yang Anda pahami.
  4. Hidupkan pesan Anda. Praktikan apa yang Anda bicarakan.
  5. Datangi dimana mereka berada. Selaraskan dengan budaya, latar belakang, dan pendidikan. Sesuaikan dengan orang lain, jangan berharap mereka menyesuaikan terhadap anda
  6. Fokus pada mereka, bukan pada diri anda
  7. Mempercayai mereka.
  8. Memberikan arah dan harapan. Ketika anda memberikan harapan, anda memeberikan mereka masa depan.

Untuk memimpin diri sendiri, gunakan rasio Anda, untuk memimpin orang lain gunakan hati Anda.

 

KESEBELAS: HUKUM LINGKUNGAN SEPERGAULAN (The Law of the Inner Circle)

Potensi Seorang Pemimpin Ditentukan Oleh Mereka Yang Paling Dekat Dengannya.

  • Potensi setiap pemimpin ditentukan oleh orang-orang yang paling dekat dengannya. Jika orang-orang tersebut kuat, maka sang pemimpin dapat membuat dampak yang besar. Jika mereka lemah, tidak mungkin. Itulah Hukum Lingkungan Sepergaulan.
  • Jika Anda sendirian, Anda tidak memimpin siapapun, bukan? Ahli kepemimpinan, Warren Bennis, benar, ketika ia mengatakan, “Sang pemimpin menemukan kebesarannya dalam kelompok, dan ia membantu para pengikutnya menemukannya dalam diri sendiri”.
  • Dalam keadaan terbaik, seorang pemimpin harus berusaha mengangkat orang yang tepat untuk menjadi lingkungan sepergaulannya dari dalam organisasinya. Tentu, hal ini tidak selalu mungkin. Namun, Anda takkan kecewa dengan imbalan mengangkat orang-orang yang tepat.

          

Anda seharusnya berusaha memasukkan lima jenis orang menjadi lingkungan sepergaulan Anda. Semuanya dapat memberikan nilai tambah yang besar bagi Anda serta organisasi Anda.

  1. Nilai Potensial (Mereka yang mengangkat dirinya sendiri). Kemampuan pertama yang harus dimiliki setiap pemimpin adalah kemampuan memimpin serta memotivasi diri sendiri. Bukalah mata Anda selalu terhadap orang-orang yang punya potensi.
  2. Nilai Positif (Mereka yang mengangkat moral dalam organisasi). Orang yang mampu mengangkat orang lain dan meningkatkan moral dalam sebuah organisasi sungguh berharga, dan mereka selalu menjadi aset berharga dalam lingkungan sepergaulan seorang pemimpin.
  3. Nilai Pribadi (Mereka yang mengangkat pemimpin). Memang benar bahwa pemimpin itu menanggung beban berat. Namun Anda tak perlu menjalaninya sendirian. Di puncak itu sepi rasanya, maka sebaiknya Anda mengajak seseorang bersama Anda. Carilah lingkungan sepergaulan yang dapat membantu Anda menjadi lebih baik.
  4. Nilai Produksi (Mereka yang mengangkat orang lain) Untuk lingkungan sepergaulan Anda, carilah orang yang mampu mengangkat pemimpin lainnya.
  5. Nilai Yang Telah Terbukti (Mereka mengangkat orang-orang yang mengangkat orang lain). Nilai terbesar bagi pemimpin manapun adalah seseorang yang dapat mengangkat pemimpin lainnya. Hal itu akan menghasilkan kepemimpinan multigenerasi (Kuasa ini dapat dibaca dalam Hukum Pertumbuhan yang Eksplosif).

Lea Iacocca mengatakan bahwa sukses datang bukan dari apa yang Anda ketahui, melainkan dari siapa yang Anda kenal dan bagaimana Anda membawa diri terhadap masing-masing orang tersebut. Anda tahu bahwa Anda memiliki potensi yang masih belum Anda capai, dan jika Anda ingin mencapainya suatu hari nanti, saya harus mengelilingi diri saya dengan orang-orang terbaik. Itulah satu-satunya cara untuk mencapainya. Itulah Hukum Lingkungan Sepergaulan.

 

Lanjutkan membaca artikel Hukum Kepemimpinan (BAGIAN III)

GO BREAKTHROUGH!

 

"

Share this Post