26 Maret 2015
"
Kesebelas Hukum Kepemimpinan telah dibahas pada artikel sebelumnya yaitu:
- Hukum Katup
- Hukum Proses
- Hukum Pengaruh
- Hukum Navigasi
- Hukum E.F. Hutton
- Hukum Landasan Mantap
- Hukum Kehormatan
- Hukum Intuisi
- Hukum Daya Tarik
- Hukum Hubungan Baik
- Hukum Lingkungan Sepergaulan
Hukum PERTAMA hingga KEEMPAT bisa klik disini
Hukum KELIMA hingga KESEBELAS bisa klik disini
Berikut ini akan dibahas Hukum Kepemimpinan keduabelas hingga keenambelas.
KEDUA BELAS: HUKUM PEMBERDAYAAN (Law of Empowerment)
Hanya pemimpin yang memiliki rasa aman yang memberikan kekuasaan/ kewenangan bagi yang dipimpinnya. Untuk memimpin dengan baik harus dengan membantu mereka untuk mengembangkan potensinya, berupa dorongan, memberdayakan, dan membantu mereka untuk sukses. Kepemimpinan adalah upaya membentuk orang lain menuju kemenangan. Satu-satunya cara untuk menjadikan diri Anda tak tergantikan adalah dengan menjadikan diri Anda dapat digantikan. Seperti Misi dari Breakthrough Generation yaitu mencetak pemimpin yang memiliki banyak pemimpin-pemimpin berkualitas.
Terdapat tiga hambatan utama dalam pemberdayaan:
Pertama keinginan untuk keamanan kerja. Pemimpin yang lemah khawatir bahwa jika mereka membantu bawahan mereka akan menjadi dibuang. Tetapi kenyataannya adalah bahwa jika pemimpin benar-benar memberdayakan orang lain, justru akan menjadi begitu berharga serta akan sangat diperlukan.
Kedua resistensi/menolak terhadap perubahan. Pemberdayaan membawa perubahan karena mendorong orang untuk tumbuh dan berinovasi. Perubahan adalah nilai kemajuan, sehingga pemimpin yang baik menerimanya.
Ketiga kurangnya nilai diri/ harga diri. Orang yang tidak aman merasakhawatir terhadap apa yang orang lain pikirkan tentang mereka. Mereka tidak bisa memberikan kekuasaan kepadayang lain, karena mereka tidak merasa bahwa mereka benar-benar memilikinya sendiri. Sebaliknya, para pemimpin terbaik percaya diri dan aman dalam memberikan kekuasaan kepada orang lain.
Pemberdayaan sungguh ampuh, bukan saja bagi orang yang dikembangkan, melainkan juga bagi sang mentor. Memperbesar orang lain akan memperbesar Anda. Dan telah menjadikan saya lebih baik, bukan hanya karena ia membantu saya mencapai lebih banyak dibandingkan yang dapat saya capai sendirian, melainkan juga karena keseluruhan prosesnya menjadikan saya pemimpin yang lebih baik. Itulah dampak dari Hukum Kepemimpinan.
KETIGABELAS: HUKUM REPRODUKSI
Diperlukan pemimpin untuk mengangkat dan menghasilkan pemimpin. Pengikut tidak bisa melakukannya. Begitu pula program-program “Diperlukan seorang pemimpin untuk mengenali, menunjukkan dan membina pemimpin.” Potensi suatu organisasi tergantung dari pertumbuhan kepemimpinannya.
Bagaimana mereka menjadi pemimpin? Beberapa sebab mereka tumbuh sebagai pemimpin, diantaranya;
- Karunia Alami 10%
- Akibat Krisis 5%
- Karena pengaruh pemimpin lain 85 %
Semua ini bermula dari atas, karena dibutuhkan seorang pemimpin untuk menggangkat pemimpin lainnya. Para pengikut tak mungkin melakukannya. Atau program-program institusional. Dibutuhkan seorang pemimpin untuk mengenal pemimpin lainnya, memperlihatkan pemimpin lainnya, dan mengembangkan seorang pemimpin lainya. Itulah Hukum REPRODUKSI. Orang tidak mungkin memberikan kepada orang lain sesuatu yang tidak dimilikinya. Pengikut tidak mungkin mengembangkan pemimpin.
KEEMPAT BELAS: HUKUM KEPERCAYAAN (The Law of Buy-In)
Orang percaya dulu kepada sang pemimpinnya baru visinya. Sayangnya, kebanyakan pemimpin menganggap sebaliknya. Mereka meyakini jika visi-nya cukup baik, orang otomatis akan mempercayainya. Namun orang tidak mengikuti visi. Mereka mengikuti orang.
Sang pemimpin menemukan impiannya baru pengikutnya. Pengikut menemukan pemimpinnya baru impiannya. Orang takkan mengikuti tujuannya terlebih dulu. Mereka mengikuti pemimpin yang dapat dipercaya yang melontarkan tujuan yang layak.
PEMIMPIN + VISI = HASIL
- Jika pengikut tidak suka pemimpinnya atau visinya, mereka akam mencari pemimpin lain.
- Jika pemimpin tidak suka pemimpinnya tetapi suka visinya mereka akan tetap mencari pemimpin lain.
- Jika para pengikut suka kepada pemimpinnya namun tidak suka kepada visinya mereka ubah visinya.
- Jika para pengikut suka kepada pemimpin dan visinya, mereka akan mendukung keduanya.
Sebagai seorang pemimpin, sukses diukur olah kemampuan pemimpin untuk benar-benar membawa orang–orang ke tempat yang hendak mereka tuju. Namun seorang pemimpin dapat melakukannya hanya jika orang-orang tersebut terlebih dahulu percaya kepada pemimpinnya. Itulah realita dari Hukum Kepercayaan.
KELIMA BELAS: HUKUM KEMENANGAN (The Law of Victory)
Para pemimpin mencari jalan agar timnya menang. Para pemimpin yang penuh kemenangan tidak terima jika tidak menang, maka mereka cari tahu, apa yang harus dilakukan agar meraih kemenangan, lalu mereka kerahkan segala kemampuannya untuk mencapainya.
Tiga unsur Kemenangan
- Kesatuan Visi
- Keterampilan yang beragam
- Adanya seorang pemimpin yang berdedikasi untuk meraih kemenangan dan menggangkat potensi pemain lainnya.
Pemimpin menemukan suatu cara bagi tim untuk meraih kemenangan. Ketika tekanan tiba, pemimpin besar adalah yang terbaik di antara mereka. Dalam berbagai keadaan mereka muncul di permukaan. Pemimpin yang terbaik merasa terdorong tampil untuk menantang dan melakukan sesuatu dalam kewenangannya untuk meraih kemenangan bagi pengikutnya. padangan mereka:
- Kepemimpinan adalah tanggungjawab
- Kekalahan adalah tidak dapat diterima
- Kreativitas adalah penting
- Berhenti adalah tidak mungkin
- Komitmen adalah tidak ada keraguan
- Kemenangan adalah pasti terjadi
Para pemimpin yang menerapkan hukum kemenangan tidak punya rencana B. itu membuat mereka terus berjuang. Bagaimanakah tingkat ekspektasi Anda dalam soal meraih sukses bagi organisasi Anda? Seberapa berdedikasikah Anda untuk meraih kemenangan dalam “pertandingan” Anda? Apakah Hukum Kemenangan ada di pihak Anda, atau, jika mengalami masa sulit, Anda mau menyerah? Jawaban Anda terhadap pertanyaan itu mungkin akan menentukan apakah Anda gagal atau sukses sebagai pemimpin.
KEENAM BELAS: HUKUM MOMENTUM BESAR (The Law of Big Mo)
Momentum adalah sahabat terbaik seorang pemimpin. Momentum adalah suatu hal yang sering menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. Semua pemimpin menghadapi tantangan menciptakan perubahan dalam organisasi. Kuncinya adalah momentum -yang disebut Momentum Besar. Sama seperti halnya setiap pelaut mengetahui bahwa Anda tak mungkin mengemudikan sebuah kapal yang tidak bergerak maju, para pemimpin yang kuat memahami bahwa untuk mengubah arah, terlebih dulu Anda harus menciptakan gerakan maju dan itu membutuhkan Hukum Momentum Besar. Berikut ini adalah tujuh kebenaran tentang momentum yang setiap pemimpin perlu mengetahui:
- Momentum adalah pelambung besar. Itu membuat sesuatu tampak lebih besar dari sebenarnya. Keberhasilan melambung dengan momentum. Ketika memiliki momentum tidak khawatir tentang masalah kecil, dan banyak yang lebih besar tampaknya muncul bekerja sendiri.
- Momentum membuat pemimpin nampak lebih baik. Ketika peimpin memiliki momentum, orang-orang berfikir pemimpin itu jenius.
- Momentum membantu pengikut untuk bekerja melampauikemampuan mereka yang sebenarnya. Ketika ada momentum, orang termotivasi untuk tampil di tingkat yang lebih tinggi.
- Momentum lebih mudah untuk mengarahkan daripada untuk memulai. Memulai adalah perjuangan, tetapi sekali telah bergerakmaju, maka benar-benar dapat mulai untuk melakukan beberapa hal menakjubkan.
- Momentum adalah agen kuat untuk perubahan. Mendapatmomentum yang cukup, hampir setiap jenis perubahan adalah mungkin terjadi, karena orang ingin mendapatkan kendaraan kemengan.
- Momentum adalah tanggungjawab pemimpin. Menciptakanmomentum dibutuhkan seseorang yang memiliki visi, dapat merakit tim yang baik, dan dapat memotivasi orang lain.
- Momentum di awal dari pemimpin. Dia diawali dengan visi, gairah, antusias, menyebarkannya.
Jika Anda berhasrat untuk melakukan hal-hal besar dengan organisasi Anda, jangan pernah melupakan kuasa momentum. Momentum ini sungguh merupakan sahabat terbaik seorang pemimpin. Jika Anda dapat mengembangkannya, Anda dapat melakukan hampir segalanya. Itulah kuasa Momentum Besar.
PASTIKAN ANDA MEMBACA LANJUTANNYA SAMPAI TUNTAS HUKUM KETUJUH BELAS HINGGA KEDUA PULUH SATU.
GO BREAKTHROUGH!
"