×
Popup

26 Maret 2015

HUKUM KEPEMIMPINAN (BAGIAN IV)

"

Keenam belas Hukum Kepemimpinan telah dibahas pada artikel sebelumnya yaitu:

  1. Hukum Katup
  2. Hukum Proses
  3. Hukum Pengaruh
  4. Hukum Navigasi
  5. Hukum E.F. Hutton
  6. Hukum Landasan yang kokoh
  7. Hukum Kehormatan
  8. Hukum Intuisi
  9. Hukum Daya Tarik
  10. Hukum Hubungan
  11. Hukum Lingkungan sepergaulan
  12. Hukum Pemberdayaan
  13. Hukum Reproduksi
  14. Hukum Kepercayaan
  15. Hukum Kemenangan
  16. Hukum Momentum Besar

Hukum PERTAMA hingga KEEMPAT bisa klik disini

Hukum KELIMA hingga KESEBELAS bisa klik disini

Hukum KEDUA BELAS hinnga KEENAM BELAS bisa klik disini

 

Berikut ini akan dibahas Hukum Kepemimpinan ketujuh belas hingga duapuluhsatu:

KETUJUH BELAS: HUKUM PRIORITAS (The Law of Priorities)

Pemimpin memahami bahwa aktivitas belum tentu prestasi penting. Pemimpin tidak pernah melanjutkan suatu langkah yang lebih jauh tanpa prioritas. Dalam penentuan prioritas menggunakan Prinsip Pareto : Jika Anda memusatkan upaya pada 20 persen dari aktivitas terpenting, akan menghasilkan 80 persen dari upaya tersebut.

            

Juga dengan menggunakan kekuatan Tiga R (3R) : Requirement (kebutuhan), Return (hasil), Reward (balasan) dalam penentuan prioritas: 

Pertama, apa kebutuhan pemimpin? Jawabnya: Apa yang harus pemimpin lakukan bahwa tanpa orang lain yang dapat atau harus melakukan untuk dirinya.

Kedua, apa yang memberikan keuntungan terbesar? Pemimpin harusmenghabiskan sebagian besar waktu kerja dalam bidang yang berkekuatan terbesar. Jika orang lain bisa melakukan tugas 80 persen dari yang sepertipemimpin lakukan, maka dpat dilakukan pendelegasian.

Ketiga, apa memberikan balasan terbesar? Hal ini berkaitan dengan kepuasan pribadi. Luangkan waktu untuk hal-hal yang dicintai, karena akan memberikan energi dan gairah.

 

Para pemimpin memahami bahwa kegiatan belum tentu berarti prestasi. Seorang pemimpin adalah dia yang memanjat pohon tertinggi, mensurvei seluruh situasinya. Lalu berseru” bukan yang itu hutannya”

Beberapa bidang yang harus diperioritaskan diantaranya; Bidang Waktu yang dialokasikan

  • kepemimpinan 19%
  • berkomunikasi 38%
  • menciptakan 31%
  • membina jaringan 12%

Luangkanlah waktu untuk mengevaluasi kembali prioritas kepemimpinan kita.

 

KEDELAPAN BELAS: HUKUM PENGORBANAN (The Law of Sacrifice)

Pemimpin harus berkorban untuk peningkatan. Ada kesalahan pemahaman di antara orang-orang yang bukan pemimpin. Mereka beranggapan bahwa kepemimpinan adalah posisi, tunjangan, dan kekuasaan. Namun faktanya kepemimpinan membutuhkan pengorbanan. Empat aturan untuk menjaga pemahaman tersebut:

Pertama, tidak ada kesuskesesan tanpa ada pengorbanan. Banyak para pekerja mendedikasikan waktunya selama empat tahun atau lebih untuk menghadiri kuliah sehingga mereka akan memiliki alat yang mereka butuhkan untuk karir mereka. Atlet mengorbankan waktu berjam-jam untuk latihan agar tampil ditingkat tinggi. Hidup adalah serangkaian pengorbanan.

Kedua, para pemimpin sering diminta untuk memberikan lebih dari yang lain. Inti dari kepemimpinan adalah menempatkan orang lain di depan sendiri. Dia melakukan apapun yang terbaik untuk tim. Semakin banyak tanggung jawab yang pemimpin terima, semakin sedikit pilihan yang dimilikinya.

Ketiga, pemimpin harus berkorban untuk tetap meningkat. Pemimpin seringkalimengalami kesulitan ketika mereka menganggap bahwa saatnya untuk berhenti berkorban. Tapi pengorbanan merupakan proses yang berkelanjutan. Ini bukanperistiwa satu kali transaksi.

Keempat, semakin tinggi jenjang kepemimpinan semakin besar pengorbanannnya. Semakin jauh berjalan, semakin besar biayanya.

           

Seorang pemimpin harus rela berkorban demi peningkatan. Semakin tinggi posisi kita semakin tinggi pengorbanan kita. Yang dirasakan orang-orang sukses menjadi semakin jelas bagi mereka ketika menjadi pemimpin. Tak ada sukses tanpa pengorbanan. Semakin tinggi tingkat kepemimpinan yang ingin dicapai, semakin besar pengorbanan yang harus diberikan. Demi peningkatan kita harus rela berkorban. Itulah sifat sesungguhnya dari kepemimpinan.

 

KESEMBILAN BELAS: HUKUM WAKTU YANG TEPAT (The Law of Timing)

“Saat/kapan” untuk memimpin adalah sama pentingnya dengan apa yang harus dikerjakan dan ke mana akan pergi. Waktu sering kali menjadi pembeda antara kesuksesan dan kegagalan. Ketika seorang pemimpin membuat tindakan, ada empat kemungkinan hasil:

Kemungkinan pertama : tindakan yang salah pada “waktu” yang salah menyebabkan bencana.
Kemungkinan kedua : tindakan yang tepat pada “waktu” yang salah yang menimbulkan resistensi.
Kemungkinan ketiga : tindakan yang salah pada “waktu” yang tepat adalah sebuah kesalahan
Kemungkinan keempat : tindakan yang tepat pada “waktu” yang tepat menghasilkan kesuksesan.
          

Kapan harus memimpin adalah sama pentingnya dengan apa yang harus diperbuat dan harus menuju kemana? Waktu yang tepat adalah segalanya. Dan setiap kali pemimpin membuat suatu pergerakan hanya ada empat kemumgkinan :

  1. Tindakan keliru disaat yang keliru hanya akan membawa bencana
  2. Tindakan benar disaat yang keliru hanya akan ditentang
  3. Tindakan keliru disaat yang tepat adalah keliru
  4. Tindakan yang tepat disaat yang tepat adalah sukses

Membaca situasi dan mengetahui apa yang harus diperbuat tidaklah cukup untuk membuat kita sukses dalam kepemimpinan . hanya tindakan tepat disaat yang tepatlah yang akan membawa sukses. Yang lain malah harus dibayar mahal. Itulah hukum waktu yang tepat.

 

KEDUA PULUH: HUKUM PERTUMBUHAN EKSPLOSIF (The Law of Explosive Growth)

Pemimpin adalah kesabaran alami. Mereka ingin bergerak cepat. Mereka ingin melihat visi mereka terpenuhi. Mereka senang dalam proses. Para pemimpin yang baik cepat menilai arah suatu organisasi, proyek mana harus dijalankan,dan ide-ide yang kuat tentang untuk sampai ke sana. Bagaimana untuk menyelaraskan antara organisasi dan keinginan seorang pemimpin perlu menemukan hukum pertumbuhan yang eksplosif:

  • Jika membangun diri sendiri,  dapat mengalami kesuksesan pribadi
  • Jika membangun tim, organisasi dapat mengalami pertumbuhan
  • Jika membangun kepemimpinan, organisasi akan mencapai pertumbuhan yang eksplosif 

            

Pemimpin yang handal memerlukan waktu, energy, dan sumber daya. Ada tiga alasan untuk hal ini:

Pertama, pemimpin keras untuk menemukan. Pemimpin seperti elang bukan kawanan.
Kedua, pemimpin keras untuk mengumpulkan. Mereka adalah wirausahawan dan melangkah dengan caranya sendiri. Apa yang dilakukan harus lebih menarik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Ketiga, pemimpin keras untuk menjaga. Hanya kesinambungan untuk tumbuh dan berada di depan di antara mereka yang dapat menambah nilai pertumbuhan dan menjaga kepentingannya.

 

Untuk menambah pertumbuhan,pimpinlah para pengikut, untuk melipat gandakan pimpinlah para pemimpin. Pemimpin manapun yang menerapkan Hukum Pertumbuhan yang ekplosif bergeser dari matematika pengikut ke matematika pemimpin. Beberapa focus yang berbeda dari pemimpin pengembang pengikut dan pemimpin pengembang pemimpin.

  • Pemimpin yang mengembangkan pemimpin pengikut
  • Pemimpin yang mengembangkan pemimpin pemimpin lainnya
  • Perlu dibutuhkan Ingin sukses
  • Memfokuskan perhatian pada kelemahan Memfokuskan perhatian pada kekuatan
  • Mengembangkan 20% dari yang terbawah
  • Mengembangkan 20% dari yang teratas
  • Memberikan perlakuan yang sama kepada orang-orangnya demi “keadilan”
  • Memperlakukan para pemimpinnya sebagai individu demi dampak
  • Menimbun kekuasaan
  • Membagi kekuasaan
  • Melewatkan waktu bersama orang lain
  • Menanamkan waktu pada diri orang lain
  • Tumbuh menurut hukum
  • pertumbuhan (deret Hitung)
  • Tumbuh berlipat ganda (deret ukur)
  • Memberi dampak hanya kepada orang-orang yang mereka sentuh secara pribadi
  • Memberi dampak terhadap orang-orang yang jauh dari jangkauannya

 

KEDUA PULUH SATU: HUKUM WARISAN (The Law of Legacy)

Nilai langgeng seorang pemimpin diukur dari sukesinya. Warisan tercipta hanya jika seseorang memposisikan organisasinya untuk melakukan hal-hal besar tanpanya. Sukses diukur dengan apa yang kita wariskan. Setelah segalanya diucapkan dan dilakukan, kemampuan kita sebagai pemimpin takkan dinilai menurut apa yang telah kita capai secara pribadi atau bahkan menurut apa yang telah dicapai tim selama kita memimpinnya. Kelanggengan seorang pemimpin diukur dengan suksesinya. Jika ingin membuat kenangan bagi generasi mendatang, maka mulailah berfikir tentang warisan.

                    

Pertama, ketahui warisan yang hendak ditinggalkan. Suatu hari orang akan meringkas kehidupan kita dengan satu kalimat. Tulislah itu sekarang!
Kedua, hidupkan warisan yang hendak ditinggalkan. Menjadi apa yang diinginkan untuk dilihat orang lain dan apa yang orang lain lihat dalam diri kita.
Ketiga, pilih orang yang akan meneruskan warisan kita. Warisan kita hanya dapat diteruskan oleh seseorang bukan oleh sebuah bangunan atau sebuah organisasi.
Keempat, pastikan Anda memuluskan tongkat kepemimpinan. Berinvestasi bagi pemimpin adalah yang dapat membawa warisan ke depan dan kemudian memberi kekuatan kepada penerus untuk melakukannya.

Jika Anda ingin menjadi seorang pemimpin pastikan 21 hukum kepemimpinan Anda terapkan dalam organisasi yang Anda pimpin. Sukses selalu untuk Anda dan GO BREAKTHROUGH!

"

Share this Post