×
Popup

11 Agustus 2014

HELPING PEOPLE, HELPING YOURSELF

"

Seorang sedang mendaki gunung bersalju. Semakin ia mendaki, ia merasa kakinya makin lama semakin beku. Ia ingin sekali berhenti dan berbaring di salju. Namun, ia sadar jika ia berhenti mendaki dalam kondisi seperti itu maka itu berarti kematian.

Sementara ia berjuang untuk terus berjalan, kakinya terantuk sebuah gundukan, ternyata, gundukan itu adalah tubuh manusia. Ia lantas membalik orang itu, ternyata orang tersebut masih hidup. Dengan sisa tenaga, ia mengangkat orang tersebut dan menaruhnya di punggungnya dan kembali melanjutkan perjalanan.

Tak lama kemudian ia mulai berkeringat dan merasakan aliran darahnya mulai mengalir lebih lancar. Demikian pula dengan orang yang ditolongnya, ia telah sadar dari pingsannya dan mengucapkan terima kasih kepada sang pendaki yang telah menyelamatkannya.

“Saya juga berterima kasih kepada Anda, Sebenarnya ketika saya menolong Anda tadi, saya juga telah menyelamatkan nyawa saya sendiri”.

Sebenarnya, ketika kita menolong orang lain, kita juga sedang menolong diri kita sendiri. Pertanyaannya adalah; berapa banyak dari kita yang mau melakukannya?
Berapa banyak dari kita yang mau menolong sesama?

Umumnya kita akan berpikir.” Saya saja sedang susah, kenapa harus pusing-pusing menolong dan memperhatikan orang lain?” Padahal, ketika kita menghibur teman, kita sebenarnya sedang menguatkan diri sendiri. Ingan rekan-rekan Breakthrough, saat Anda menjadi berarti bagi orang lain, maka sel-sel yang ada dalam tubuh anda akan terjadi regerasi yang sangat luar biasa. Tubuh anda menjadi kuat dan sehat karena keluarnya hormon serotonin dan dopamin. Rasa bahagia, rasa berarti memicu hormon tersebut keluar dari dalam tubuh.

Jadi, tebarkan hal-hal yang positif dan bersiaplah untuk meraih hal-hal yang terbaik. Hal-hal terbaik yang mungkin tidak pernah anda duga sebelumnya. 

Helping People Helping Yourself, percayalah!!

"

Share this Post