16 Juni 2016
"
Suatu kala bersama kakak-kakak saya, 2 perempuan dan 2 laki-laki, kami menonton konser musik rock. Saya, awalnya rada kuatir, kakak-kakak itu tidak betah nonton (beliau-beliau bukan penggemar musik rock), dan akan mengajak saya segera pulang. Ternyata, hampir 2 jam kami menikmati konser ini dengan tuntas. Dalam perjalanan pulang, saya bertanya, apa yang membuat mereka betah nonton ? Kakak saya yang paling sepuh bilang, “ Memang aku bukan penggemar music rock. Tapi band tadi memang bagus. Rapi musiknya, vokalisnya juga keren. Semua bermain dengan hati. Apa aja deh, kalau dikerjain sungguh-sungguh, hasilnya akan bisa diterima orang lain … “. "Misalkan pemain musiknya tidak bermain dengan bagus, sepertinya juga tidak ada alasan untukku meninggalkan konser tersebut. Paling tidak saya bisa menikmati bahwa orang bermain tidak bagus karena apa, tidak bagusnya di mana. Tetap ada pembelajaran yang bisa saya petik dari menonton konser tersebut."
Menurut Anda, bisakah kita memilih, bahkan “menciptakan” kehidupan kita? Dalam kehidupan, kita sering kali ditentukan oleh pengkondisian dan kondisi. Ada tiga determinisme: genetis, psikis ataupun lingkungan. Tiga teori Determinisme adalah:
- Determinisme Genetis, yang sudah mewariskan kecendrungan dan karakter pribadi.
- Determinisme Psikis, Yang membawa kamu dan membimbing masa anak anak yang kamu alami.
- Determinisme Lingkungan, Faktor lingkungan yang menempa kehidupanmu.
STIMULUS adalah rangsangan berupa kejadian atau keadaan yang dihadapi oleh setiap orang dalam berinteraksi dengan orang lain. RESPON adalah bagaimana menanggapi rangsangan berupa kejadian atau keadaan yang dihadapi. Sering kali yang terlihat adalah RESPON yang REAKTIF yang berakibat tidak baik atau tidak nyaman baik terhadap semua pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut. Dan bisa menimbulkan peperangan bahkan kekerasan karena suatu hal yang sepele yang tidak perlu diperdebatkan. Oleh karena ini...yukkk belajar lebih lanjut tentang PROAKTIF ini. Jika setiap individu menyadari bahwa proaktif dan mereka berusaha untuk menerapkannya maka hidup akan lebih damai dan lebih bahagia, MAU?
Yang penting untuk diketahui adalah bahwa dalam proses merespon, manusia memiliki "JEDAH" yang disebut dengan FREEDOM OF CHOOSE atau kebebasan untuk menentukan respon. Kebebasan untuk menentukan respon ini dipengaruhi oleh Empat anugerah yang hanya dimiliki oleh manusia. Empat anugerah tersebut adalah:
- Kesadaran diri: Memampukan untuk melihat diri sendiri dari luar.
- Imaginasi : Kemampuan untuk menciptakan pikiran kita keluar dari realitas kita sekarang.
- Hati Nurani : Suara hati yang tahu mana yang benar dan salah.
- Kehendak Bebas : Kemampuan bertindak berdasarkan atas kesadaran diri.
Bila Anda reaktif, maka stimulus/kondisi menghasilkan respons yang reaktif pula. Tetapi apabila Anda bersikap proaktif, maka Anda tidak membiarkan apapun kondisinya untuk mengendalikan diri Anda. Diri Andalah Si Pencipta!
Kalau hidup Anda bisa dikontrol dengan remote control, pertanyaannya ditangan siapakah remote control itu? Apakah di tangan orang/kondisi yang membuat hidup kita menderita, ataukah ditangan kita sendiri? Manusia mempunyai 4 anugerah dalam hidup yaitu Kesadaran Diri, Imajinasi, suara hati dan Kehendak bebas yang dapat menjembatani antara stimulus dengan respons sebagai kebebasan untuk memilih. Apabila respons yang Anda pilih adalah respons yang negatif, maka Anda akan menjadi reaktif (merasa menjadi korban). Sedangkan kalau respons yang Anda pilih adalah respons yang positif, sesuai dengan prinsip maka Anda akan menjadi Proaktif.
PROAKTIF adalah orang yang :
- Bertanggung jawab atas dirinya sendiri,
- Mengambil insiatif untuk bertindak (aktif dan tidak diam),
- Keputusannya digerakkan oleh nilai-nilai kebenaran agama,
- Melakukan SEBAGAIMANA MESTINYA,
- Bekerja di lingkaran yang bisa ia kontrol.
- Seorang yang proaktif akan memiliki prinsip dan komitmen yang dipegang teguh dan ditepati dalam kehidupannya.
REAKTIF adalah orang yang :
- Menyalahkan kondisi /orang lain
- Merasa menjadi korban (situasi, lingkungan, perlakuan orang lain, nasib).
- Keputusannya digerakkan oleh perasaan dan bekerja di lingkaran yang tidak bisa dia ubah/ kontrol.
- Perhatikan tabel berikut, ini adalah perbedaan bahasa reaktif dan proaktif.
Sifat Proaktif adalah sikap sebagai subjek, bukan objek. Tindakan seorang yang proaktif tidak dipengaruhi oleh cuaca di sekitarnya, karena oarng yang proaktif akan mengatur cuacanya sendiri, bukan diatur oleh cuaca disekitarnya. Dengan sikap ini maka orang yang proaktif akan selalu menghasilkan suatu kerja yang berkualitas dalam kondisi apapun.
Proaktif lebih dari mengambil inisiatif. Sebagai manusia, orang tersebut bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Perilaku seseorang adalah fungsi dari keputusan, bukan kondisi. Seseorang mempunyai inisiatif dan tanggung jawab untuk membuat segala sesuatunya terjadi. Kata Responsibility (Tanggung Jawab)-“Response-Ability- kemampuan untuk memilih respons anda. Orang yang sangat Proaktif mengenali tanggung jawab itu. Proaktif tidak menyalahkan keadaan,kondisi atau pengkondisian untuk perilaku mereka. Perilaku proaktif adalah produk dari pilihan sadar mereka, berdasarkan nilai, dan bukan produk dari kondisi mereka, berdasarkan perasaan.
Setiap orang memiliki jangkauan luas hal-hal yang kita pedulikan. Apakah itu kesehatan, keluarga, masalah di tempat kerja kita, dsb. Itulah lingkaran kepedulian kita. Bila kita melihat lebih jelas lagi, ada hal-hal yang tidak bisa kita control secara riil dan ada yang kita bisa melakukan sesuatu terhadapnya. Yang bisa kita buat sesuatu itu adalah lingkaran lebih kecil di dalam lingkaran kepedulian yaitu lingkaran pengaruh. Orang proaktif berfokus di lingkaran pengaruh, sedangkan orang reaktif berfokus pada lingkaran kepedulian.
PERMASALAHAN selalu ada dalam 3 area :
- Kontrol Langsung : Masalah melibatkan tingkah laku kita sendiri
- Kontrol tidak langsung : Masalah melibatkan tingkah laku orang lain.
- Tidak terkontrol : Masalah yang kita dapat bukan dari kedua hal diatas, contoh: masa lalu.
Mengubah kebiasaan dengan mengubah pendekatan dari dalam pengaruh kita dan mengubah cara kita melihat masalah kita yang tidak terkontrol, itu semua dalam Lingkaran Pengaruh kita.
LINGKARAN KEPEDULIAN : Lingkaran kekhawatirkan, menyita kepedulian Anda, tapi Anda tidak dapat berbuat banyak. Ketika terjadi MASALAH: menyalahkan orang lain & kondisi. Energi yang negatif dari fokus ini, menyebabkan Lingkaran Pengaruhnya terus menyusut hingga eksistensi Anda akan menghilang perlahan-lahan.
LINGKARAN PENGARUH : Lingkaran yang bisa Anda kontrol secara riil di mana Anda dapat berbuat sesuatu / merubahnya. Fokusnya adalah pemanfaatan optimal segala sumber daya (internal) yang mereka miliki bukan hal-hal di luar diri (eksternal). Energi mereka bersifat positif sehingga memperluas dan memperbesar Lingkaran Pengaruh. Lingkaran Kepedulian menyusut dan berangsur-angsur memperbesar Lingkaran Pengaruhnya.
ORANG PROAKTIF FOKUS PADA LINGKARAN PENGARUH, ORANG REAKTIF FOKUS PADA LINGKARAN KEPEDULIAN. BAGAIMANA DENGAN ANDA?